Oleh : Kecamatan Ajung
PEREMPAT FINAL JSG CUP 2025 SEMAKIN MERIAH DENGAN KEHADIRAN BUPATI JEMBER, GUS FAWAIT.
- 21 Oktober 2025
- Dibaca 355 Kali
Bagikan Via:
PEREMPAT FINAL JSG CUP 2025 SEMAKIN MERIAH DENGAN KEHADIRAN BUPATI JEMBER, GUS FAWAIT.
Jember, 20 Oktober 2025, Lapangan hijau Jember Sport Garden (JSG) menjadi saksi dua pertandingan panas penuh drama dalam lanjutan perempat final turnamen sepak bola antar pesantren. Ribuan pasang mata menyaksikan langsung pertarungan sengit antar tim santri yang bermain bukan hanya untuk menang, tetapi juga demi kehormatan pesantren mereka.
Menariknya, suasana pertandingan semakin bergelora dengan hadirnya langsung Bupati Jember, Gus Fawait, yang menyempatkan diri hadir untuk menonton dan memberi dukungan penuh kepada para pemain dan panitia pelaksana. Dengan balutan busana sederhana khasnya, Gus Fawait tampak akrab menyapa para suporter dan official tim, sekaligus memberikan spirit dan motivasi agar turnamen ini berjalan sportif dan penuh kebersamaan.“Santri bukan hanya ahli kitab, tapi juga bisa jadi atlet hebat. Lanjutkan semangatnya!” demikian pesan singkat penuh makna yang disampaikan Gus Fawait kepada para pemain sebelum pertandingan dimulai.Laga Pertama: Maknaul Ulum Menang Tipis 1-0 atas Darul HikamPertandingan pertama dimulai pukul 14.00 WIB, mempertemukan PP. Maqnaul Ulum Sukowono melawan PP. Darul Hikam Jenggawah. Dipimpin oleh wasit utama Yuni Swastika, bersama Asisten Wasit 1 Nurul Hakiki serta Asisten Wasit 2 Moh. Yuda, pertandingan berjalan ketat sejak menit awal.Maqnaul Ulum langsung tampil agresif dengan skema serangan cepat. Upaya mereka membuahkan hasil lewat gol tunggal di babak pertama. Serangan tajam dari sektor kanan berhasil diselesaikan dengan tendangan keras ke sisi kiri gawang, membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat drastis. Duel fisik kerap terjadi namun tetap dalam koridor sportif. Meski Darul Hikam mencoba membalas, pertahanan rapat Maqnaul Ulum tetap kokoh hingga peluit panjang dibunyikan dengan skor akhir 1-0.Dengan hasil ini, PP. Maqnaul Ulum sukses melangkah ke semifinal secara terhormat.Laga Kedua: Comeback Dramatis, Nurul Fatah Tumbangkan Assu’ufiyah 2-1Laga kedua digelar lebih awal pada pukul 13.00 WIB, mempertemukan PP. Nurul Fatah Panti menghadapi PP. Assu’ufiyah Kencong, dengan wasit Eko Dian memimpin jalannya pertandingan.Assu’ufiyah tampil mengejutkan di babak pertama dengan gol cepat yang membuat mereka unggul 1-0. Namun babak kedua menjadi panggung kebangkitan bagi Nurul Fatah. Lewat skema umpan silang matang, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.Saat pertandingan diperkirakan akan berakhir imbang, Nurul Fatah mencetak gol kedua di menit-menit krusial melalui serangan balik cepat. Tendangan mendatar yang tajam mengubah skor menjadi 2-1, yang bertahan hingga pertandingan selesai.PP. Nurul Fatah resmi mengamankan tiket semifinal dengan cara paling dramatis , lewat comeback heroik!Gus Fawait: “Ini Bukan Sekadar Turnamen, Ini Ajang Persatuan Santri”Selama pertandingan berlangsung, Bupati Jember, Gus Fawait, tak sekadar menjadi penonton pasif. Beliau beberapa kali terlihat berdiri memberi tepuk tangan saat momen-momen menegangkan, bahkan menghampiri panitia dan pemain yang tengah bersiap untuk memberi semangat langsung.Beliau menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Jember sangat mendukung kegiatan olahraga berbasis pesantren, karena selain menyalurkan bakat, turnamen seperti ini juga menjadi ajang memupuk persaudaraan, sportivitas, dan karakter kepemimpinan para santri.Dua laga perempat final ini membuktikan satu hal penting: santri bukan hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam seni bertarung di lapangan hijau. Semangat, kerja sama, dan disiplin yang mereka perlihatkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.Dengan hasil pertandingan ini, PP. Maqnaul Ulum dan PP. Nurul Fatah melaju dengan penuh wibawa menuju semifinal. Sementara PP. Darul Hikam dan PP. Assu’ufiyah mungkin tak melanjutkan perjalanan, tetapi mereka pulang sebagai pejuang terhormat..Turnamen boleh usai, tetapi persaudaraan tetap abadi.