logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Perkuat Kompetensi Tutor, 29 PKBM Jember Dorong Keterampilan Vokasi untuk Tekan Anak Tidak Sekolah

  • 22 September 2026
  • Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
perkuat-kompetensi-tutor-29-pkbm-jember-dorong-keterampilan-vokasi-untuk-tekan-anak-tidak-sekolah-20260922

Perkuat Kompetensi Tutor, 29 PKBM Jember Dorong Keterampilan Vokasi untuk Tekan Anak Tidak Sekolah

JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 - Upaya membuka kembali jalan pendidikan bagi anak-anak yang tidak sekolah terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya dengan memperkuat kemampuan tutor di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sehingga pembelajaran yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tutor PKBM dalam Implementasi Keterampilan Vokasi sebagai Upaya Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut di laksanakan di ballroom hotel fortuna grande dan diiikuti oleh 29 PKBM dan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Mukharlis Junizal, S.Pd., M.Kes., DR. Suhardi, S.T., M.T, DR. ZainurRasyid Ridlo, S.PD, M.PD, Prof. Drs. H. Dafik, M.Sc., Ph.D. serta Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.SI selaku keynote speaker.

Bimbingan teknis tersebut menjadi ruang bagi para tutor untuk memperluas wawasan sekaligus mendiskusikan bagaimana pembelajaran keterampilan vokasi dapat diterapkan di PKBM. Bagi peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai cara mendampingi warga belajar dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam.

Anak tidak sekolah bukan hanya persoalan kehilangan kesempatan belajar. Di baliknya terdapat berbagai kondisi yang dapat membuat seorang anak berhenti mengenyam pendidikan. Karena itu, upaya mengembalikan mereka ke jalur pendidikan membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Keterampilan vokasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat memberikan bekal praktis kepada warga belajar. Melalui keterampilan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun membangun kemandirian.

Salah satu fokus penting dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana tutor mampu memahami potensi dan kebutuhan warga belajar. Setiap anak memiliki kondisi berbeda. Ada yang membutuhkan penguatan akademik, ada pula yang lebih tertarik pada keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., mengatakan peningkatan kompetensi tutor menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan pendidikan nonformal.

“PKBM memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat, termasuk anak-anak yang belum mendapatkan atau tidak melanjutkan pendidikan formal. Karena itu, kompetensi tutor harus terus diperkuat agar pembelajaran yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga belajar,” ujar Nurul Hafid Yasin.

Menurutnya, implementasi keterampilan vokasi juga diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan peserta didik. Dengan bekal keterampilan, warga belajar diharapkan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kita ingin pendidikan tidak berhenti pada memperoleh ijazah. Anak-anak juga harus mendapatkan bekal keterampilan yang dapat menjadi bagian dari masa depan mereka. Melalui PKBM, kita berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih dekat, fleksibel, dan memberikan manfaat nyata,” lanjutnya.

Sementara itu, kehadiran Mukharlis Junizal dan Prof. Drs. H. Dafik sebagai narasumber memberikan perspektif tambahan bagi para tutor. Materi dan diskusi dalam kegiatan diarahkan untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai pengembangan kompetensi serta penerapan pembelajaran yang mampu menjawab tantangan warga belajar.

Bagi 29 PKBM yang mengikuti kegiatan, bimbingan teknis tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk dibawa pulang, yakni bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di masing-masing PKBM.

Di ruang-ruang belajar PKBM, para tutor nantinya akan kembali bertemu dengan warga belajar yang memiliki cerita masing-masing. Ada anak yang ingin kembali belajar setelah lama meninggalkan sekolah, ada yang ingin memperoleh ijazah kesetaraan, dan ada pula yang berharap mendapatkan keterampilan untuk menata masa depan.

Di sinilah peran tutor menjadi begitu penting. Mereka bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pendamping bagi warga belajar untuk kembali percaya bahwa kesempatan pendidikan masih terbuka. Melalui penguatan kompetensi tutor dan penerapan keterampilan vokasi, PKBM diharapkan semakin mampu menjadi jembatan bagi anak-anak yang belum bersekolah untuk kembali mendapatkan hak pendidikannya.

Pada akhirnya, penuntasan anak tidak sekolah bukan hanya tentang mengurangi angka. Lebih dari itu, terdapat masa depan anak-anak yang perlu diselamatkan. Setiap anak yang kembali belajar merupakan satu harapan yang kembali tumbuh dan setiap tutor yang semakin kompeten menjadi bagian dari perjalanan untuk menjaga harapan tersebut tetap menyala. (puja)

Galeri Foto