Perkuat Mitigasi Bencana, Tegal Besar Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana
- 29 Oktober 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Mitigasi Bencana, Tegal Besar Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana
JEMBER, 29 OKTOBER 2026 – Kelurahan Tegal Besar menggelar kegiatan penguatan Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) di Pendopo Kelurahan Tegal Besar, Rabu 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membentuk kepengurusan Katana sebagai wadah koordinasi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh ketua RT dan RW Kelurahan Tegal Besar, sejumlah perwakilan kader Posyandu, serta unsur Muspika. Pelibatan berbagai unsur ini bertujuan membangun pemahaman bersama bahwa upaya menghadapi bencana membutuhkan kerja sama antara pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga.
Lurah Tegal Besar, Maria, menjelaskan bahwa pembentukan Katana diperlukan karena upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayahnya selama ini masih perlu ditingkatkan. Melalui kepengurusan tersebut, diharapkan muncul program-program yang dapat membantu mencegah risiko bencana sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat ketika bencana terjadi.
Menurut Maria, keberadaan Katana nantinya tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga mendorong langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini. Dengan perencanaan yang terarah, potensi risiko di lingkungan masyarakat diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan.
“Melalui kegiatan penguatan ini, kami ingin membentuk kepengurusan Kelurahan Tangguh Bencana yang mampu menyusun program mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah Tegal Besar. Selama ini, upaya tersebut masih perlu kita tingkatkan. Karena itu, Katana diharapkan menjadi wadah untuk merencanakan langkah-langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Maria.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif dan kekompakan seluruh pihak yang terlibat. RT dan RW serta kader Posyandu dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi, mengenali kondisi lingkungan, dan mengajak warga terlibat dalam upaya kesiapsiagaan bencana.
Maria menegaskan, penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pengurus Katana. Dukungan tokoh masyarakat dan partisipasi warga menjadi faktor penting agar program yang dirancang dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh lingkungan.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pengurus Katana, melainkan tanggung jawab kita bersama. RT, RW, kader Posyandu, dan seluruh unsur yang hadir memiliki peran penting karena mereka dekat dengan masyarakat. Saya berharap kita bisa terus kompak dan bersinergi, sehingga masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana di lingkungannya,” tambahnya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Tegal Besar tersebut, pemerintah kelurahan berharap terbentuk koordinasi yang lebih kuat dalam menghadapi potensi bencana. Selanjutnya, kepengurusan Katana diharapkan dapat menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah, disertai keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana secara berkelanjutan. (anr)