Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinsos PPPA Jember Gelar Monev dan Sosialisasi RBI di Ledokombo
- 30 Juli 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinsos PPPA Jember Gelar Monev dan Sosialisasi RBI di Ledokombo
JEMBER, 30 JULI 2026 – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat akar rumput. Melalui Bidang Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan PUG, Dinsos PPPA Jember menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Perkawinan Anak, yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Ledokombo ini dihadiri oleh 35 peserta yang berasal dari gabungan unsur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Kantor Urusan Agama (KUA), serta tokoh-tokoh dari organisasi keagamaan dan kemasyarakatan setempat.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Sekretaris Camat (Sekcam) Ledokombo, Heri Lukman Hakim, S.Pd. Dalam arahannya, Heri menekankan bahwa persoalan kekerasan berbasis gender dan pernikahan dini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan butuh komitmen kolektif.
"Upaya pencegahan harus dimulai dari akar rumput. Kehadiran jajaran desa, KUA, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat di ruang ini adalah bukti komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan Ledokombo yang aman, ramah, dan protektif bagi perempuan serta anak-anak kita," tegas Heri.
Hadir sebagai pemateri utama, Kepala Bidang Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender (PUG) Dinsos PPPA Kabupaten Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M.
Dalam paparannya, dr. Oktavia menekankan urgensi pemenuhan hak-hak perempuan dan anak serta bahaya dampak jangka panjang dari perkawinan anak, baik dari sudut pandang kesehatan, psikologis, maupun kesejahteraan sosial. Selain itu, beliau juga mengenalkan konsep Ruang Bersama Indonesia (RBI), sebuah wadah inklusif berbasis komunitas yang dirancang untuk memperkuat edukasi, promosi kesetaraan gender, serta deteksi dini kasus kekerasan di masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat memasuki sesi tanya jawab. Berbagai dinamika sosial di lapangan, tantangan edukasi ke masyarakat desa, hingga penguatan peran tokoh agama dalam mengedukasi pencegahan pernikahan dini menjadi bahan diskusi yang hidup dan konstruktif.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta melakukan pengisian lembar instrumen monev. Data hasil instrumen ini nantinya akan digunakan oleh Dinsos PPPA Kabupaten Jember dan Pemerintah Kecamatan Ledokombo sebagai pijakan pemetaan masalah serta penyusunan strategi kebijakan perlindungan perempuan dan anak yang lebih presisi di wilayah setempat. (ysf)