Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Pesantren Jadi Garda Edukasi, Dinkes PPKB Jember dan UNICEF Perkuat Imunisasi di PP Subulussalam
- 02 April 2026
- Dibaca 215 Kali
Bagikan Via:
Pesantren Jadi Garda Edukasi, Dinkes PPKB Jember dan UNICEF Perkuat Imunisasi di PP Subulussalam
JEMBER, 2 APRIL 2026 — Pendekatan berbasis pesantren menjadi strategi kunci dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya imunisasi. Hal ini tampak dalam kegiatan advokasi dan supervisi program imunisasi yang dilaksanakan pada Rabu, 1 April 2026, di Pondok Pesantren (PP) Subulussalam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember dan UNICEF melalui Suradi, SKM., M.Kes., selaku Consultant National Provincial Immunization UNICEF. Turut hadir tim promosi kesehatan Puskesmas Semboro, koordinator imunisasi, serta koordinator KIA Puskesmas Semboro. Hadir pula unsur lintas sektor, termasuk Babinsa dari TNI dan personel POLRI, bersama Camat Semboro dan Kepala Desa Sidomulyo, yang bersama-sama melakukan advokasi program imunisasi di lingkungan pesantren.Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menguatkan dukungan terhadap program imunisasi, khususnya melalui peran tokoh agama dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, pihak UNICEF menyoroti kondisi imunisasi di Kabupaten Jember yang masih memerlukan perhatian serius. “Jember adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang kondisi imunisasinya tidak baik-baik saja. Sekarang ada KLB campak di 3 puskesmas yaitu Sumberjambe, Ledokombo dan Silo 2. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah KLB adalah melakukan ORI dan kampanye campak, serta kolaborasi lintas sektor dengan mitra potensial harus selalu ditingkatkan untuk mencapai cakupan yang tinggi, merata, dan bermutu,” ungkap Suradi.Dari pihak Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan imunisasi. “Dengan adanya dukungan dari tokoh lokal, tingkat partisipasi masyarakat di posyandu atau puskesmas diharapkan meningkat, sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity dapat tercapai. Kesehatan anak bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat demi masa depan generasi yang kuat,” tegasnya.Sementara itu, Pengasuh PP Subulussalam, Abd Muhid, memberikan dukungan penuh terhadap program imunisasi. Ia menekankan bahwa imunisasi juga memiliki nilai keagamaan. “Imunisasi adalah bagian dari ikhtiar dan amanah untuk melindungi generasi anak-anak kita dari penyakit berbahaya, menular dan mematikan. Imunisasi itu aman dan halal,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, diharapkan pesantren dapat menjadi pusat edukasi yang efektif dalam menyampaikan informasi yang benar terkait imunisasi kepada masyarakat. Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh agama menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.Dengan kolaborasi yang semakin kuat, diharapkan cakupan imunisasi di Kabupaten Jember dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas. (ken)