Peta Cinta Wuluhan Jemput Bola Rekam E-KTP Warga Disabilitas
- 31 Maret 2026
- Dibaca 253 Kali
Bagikan Via:
Peta Cinta Wuluhan Jemput Bola Rekam E-KTP Warga Disabilitas
JEMBER, 31 MARET 2026 – Pemerintah Kecamatan Wuluhan bergerak cepat memberikan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga disabilitas. Melalui program “Peta Cinta”, petugas melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) secara langsung ke rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, Jumat 27 Maret 2026.
Sasaran kegiatan tersebut adalah keluarga Tusiatun, warga Kecamatan Wuluhan, yang memiliki dua anak perempuan berkebutuhan khusus. Petugas pelayanan umum kecamatan mendatangi kediaman keluarga tersebut untuk melakukan perekaman data kependudukan.
Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., menegaskan, langkah jemput bola itu merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang inklusif sekaligus mendukung program Bupati Jember. Menurut dia, seluruh warga berhak mendapatkan layanan administrasi kependudukan tanpa terkecuali.
“Program Peta Cinta kami dorong untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, bisa terlayani dengan baik. Kami tidak menunggu warga datang, tetapi hadir langsung ke rumah,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.
Ia menambahkan, kepemilikan e-KTP menjadi hal penting karena berkaitan dengan akses terhadap berbagai layanan publik. Selain sebagai identitas resmi, e-KTP juga menjadi syarat utama untuk mendapatkan bantuan sosial dan program kesejahteraan lainnya.
Dalam proses perekaman, suasana berlangsung humanis. Salah satu anak Tusiatun, Rusmiati, tampak antusias mengikuti tahapan perekaman. Ia bahkan mengaku senang saat menjalani proses pengambilan foto. “Senang bisa difoto,” ujarnya singkat.
Pelayanan jemput bola tersebut dinilai efektif untuk mengatasi kendala yang selama ini dihadapi warga disabilitas, terutama dalam hal akses dan mobilitas menuju kantor pelayanan. Dengan mendatangi langsung warga, proses administrasi dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan nyaman.
Hanifah menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar warga yang belum memiliki dokumen kependudukan, khususnya kelompok rentan. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat terdata secara administratif dan memperoleh hak pelayanan yang sama.
“Harapannya, tidak ada lagi warga yang belum memiliki identitas kependudukan. Semua harus terdata agar program pemerintah dapat tepat sasaran,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kecamatan Wuluhan berupaya memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mewujudkan sistem administrasi kependudukan yang inklusif, merata, dan berkeadilan. (riz)