logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

PGRI dan KKKS Meriahkan Karnaval Harmoni Budaya Nusantara di Sukowono

  • 20 September 2026
  • Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
pgri-dan-kkks-meriahkan-karnaval-harmoni-budaya-nusantara-di-sukowono-20260920

PGRI dan KKKS Meriahkan Karnaval Harmoni Budaya Nusantara di Sukowono

JEMBER, 19 SEPTEMBER 2026 - Warna-warni busana, senyum para peserta, dan semangat kebersamaan memenuhi ruas jalan Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Sabtu 19 September 2026. Karnaval Umum Harmoni Budaya Nusantara menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Salah satu peserta yang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kabupaten Jember. Kehadiran para pendidik dan kepala sekolah memberikan warna tersendiri dalam kemeriahan karnaval.

Sejak persiapan dimulai, peserta PGRI dan KKKS terlihat antusias menyiapkan berbagai tampilan yang akan ditampilkan sepanjang rute karnaval. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga membawa pesan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mengenalkan keberagaman budaya kepada generasi muda.

Karnaval tersebut menghadirkan beragam busana dan kreativitas yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara. Peserta tampil dengan penuh percaya diri, sementara masyarakat yang berada di sepanjang jalur memberikan dukungan dan menyaksikan parade dengan antusias.

Bagi para guru dan kepala sekolah, mengikuti karnaval bukan sekadar mengisi rangkaian kegiatan masyarakat. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan di luar lingkungan sekolah sekaligus mempererat hubungan antarpelaku pendidikan.

“Kami sangat antusias mengikuti Karnaval Umum Harmoni Budaya Nusantara ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa para guru serta kepala sekolah juga memiliki semangat yang sama dalam menjaga kebersamaan dan budaya Nusantara,” ujar Jamaluddin selaku ketua PGRI.

Suasana semakin meriah ketika rombongan peserta mulai melintasi jalan yang dipenuhi warga. Anak-anak tampak menikmati berbagai tampilan, sementara orang tua mengabadikan momen dengan kamera telepon genggam. Di beberapa titik, warga berdiri di tepi jalan untuk memberikan semangat kepada peserta.

Kehadiran PGRI dan KKKS juga menjadi gambaran bahwa dunia pendidikan tidak berdiri sendiri. Guru dan kepala sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Kami ingin kehadiran PGRI dan KKKS dapat menjadi bagian dari semangat bersama. Guru tidak hanya bertugas di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak,” ujar Candra Setia Budi selaku koordinasi karnaval.

Bagi sebagian peserta, persiapan karnaval bahkan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Mereka harus bekerja sama menentukan konsep, menyiapkan pakaian, hingga mengatur barisan agar penampilan dapat berjalan dengan baik. Proses tersebut secara tidak langsung menumbuhkan rasa kekompakan dan saling membantu.

Kegiatan budaya seperti ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melihat bahwa keberagaman bukan sesuatu yang harus dipisahkan, melainkan kekayaan yang dapat dirayakan bersama. Berbagai pakaian, seni, dan kreativitas yang ditampilkan menjadi gambaran luasnya budaya yang dimiliki Indonesia.

Karnaval Umum Harmoni Budaya Nusantara di Kecamatan Sukowono akhirnya bukan hanya tentang kemeriahan sebuah parade. Di balik warna-warni kostum dan langkah peserta, tersimpan pesan sederhana tentang pentingnya menjaga persaudaraan.

PGRI dan KKKS Kabupaten Jember hadir membawa semangat pendidikan ke tengah masyarakat. Mereka berjalan bersama, menyapa warga, dan menjadi bagian dari perayaan budaya yang mempertemukan banyak kalangan.

Dari Sukowono, harmoni itu terlihat melalui langkah-langkah yang bergerak dalam satu barisan. Berbeda dalam penampilan, namun tetap berjalan bersama. Sebuah gambaran bahwa keberagaman akan menjadi kekuatan ketika dirawat dengan kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling menghargai. (puja)

Galeri Foto