PIMPIN APEL PAGI, SETIJO ARLIANTO SOROTI 3 HAL PENTING UNTUK PERANGKAT KECAMATAN SILO
- 27 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
PIMPIN APEL PAGI, SETIJO ARLIANTO SOROTI 3 HAL PENTING UNTUK PERANGKAT KECAMATAN SILO
PIMPIN APEL PAGI, SETIJO ARLIANTO SOROTI 3 HAL PENTING UNTUK PERANGKAT KECAMATAN SILO
SILO, 27 Juli 2026 – Semangat awal pekan kembali digaungkan melalui pelaksanaan Apel Pagi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Silo, Senin (27/7/2026). Bertindak sebagai pembina apel, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Silo, Setijo Arlianto menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh perangkat kecamatan, mulai dari ASN, staf, hingga Pendamping PKH yang turut hadir.
Apel yang diikuti dengan khidmat ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, kedisiplinan, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Silo.
Dalam amanatnya, Setijo Arlianto mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar Program Keluarga Harapan (PKH). Pasalnya, Juli ini PKH memperingati Hari Ulang Tahun ke-19.
“Saya ucapkan selamat bagi Rekan-rekan PKH atas hari ulang tahun PKH yang ke-19. Diharapkan agar PKH sesuai dengan tagline-nya Bekerja, Bergerak dan Berdampak, dapat memberi manfaat bagi kemaslahatan masyarakat khususnya masyarakat Silo,” ujar Setijo.
Ia menegaskan, usia 19 tahun PKH harus menjadi refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan. Dengan semangat “Bekerja, Bergerak dan Berdampak”, para pendamping diharapkan tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar turun langsung, mengawal, dan memastikan Keluarga Penerima Manfaat mendapatkan akses yang layak untuk keluar dari kemiskinan.
Memasuki pesan kedua, Setijo menekankan pentingnya peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan di lingkungan Kecamatan Silo. Menurutnya, disiplin adalah kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel.
“Untuk semua ASN Kecamatan Silo diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhannya untuk melaksanakan semua perintah yang diberikan. Khususnya terkait publikasi pada media sosial terkait program dan hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Jember,” tegasnya.
Setijo mengingatkan bahwa setiap kegiatan, baik pelayanan administrasi, musyawarah, maupun program pembangunan wajib didokumentasikan. Hasil dokumentasi tersebut kemudian dipublikasikan melalui media sosial resmi kecamatan maupun Pemkab Jember. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat mengetahui secara langsung kinerja pemerintah dan tidak terjadi kesenjangan informasi.
Ia juga meminta seluruh ASN menjadi agen informasi yang aktif. Dengan begitu, program-program strategis dari pusat hingga daerah dapat tersosialisasi dengan baik sampai ke tingkat desa.
Pada pesan ketiga, Setijo menyoroti soal pengembangan kompetensi ASN. Ia mengingatkan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara memiliki kewajiban untuk terus meningkatkan kapasitas diri sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Untuk kegiatan pengembangan kompetensi diharapkan semua ASN telah melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi minimal 20 JP,” jelasnya.
Target 20 JP atau 20 Jam Pelajaran tersebut merupakan salah satu indikator dalam penilaian kinerja dan pengembangan karier ASN. Setijo mendorong seluruh pegawai untuk aktif mengikuti pelatihan, bimbingan teknis, seminar, maupun webinar yang disediakan oleh Pemkab Jember maupun kementerian terkait.
Menurutnya, peningkatan kompetensi sangat penting di era pelayanan digital saat ini. ASN dituntut tidak hanya menguasai tugas pokok, tetapi juga melek teknologi dan inovasi pelayanan.
Di akhir amanat, Setijo mengajak seluruh perangkat kecamatan untuk menjaga kekompakan dan integritas. Ia berharap tiga pesan tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam tugas sehari-hari, sehingga pelayanan di Kecamatan Silo semakin optimal dan masyarakat merasakan dampaknya secara langsung.
Apel pagi ditutup dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan ramah tamah. Suasana hangat juga terlihat saat jajaran kecamatan memberikan ucapan selamat kepada para Pendamping PKH atas hari jadinya.
Dengan kepemimpinan yang humanis namun tegas, Setijo Arlianto berharap Kecamatan Silo dapat menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, keterbukaan informasi, dan peningkatan kualitas SDM aparatur.