logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Operasi SAR Gabungan di Jember Belum Berhasil, Ombak Tinggi Hambat Pencarian Korban Hilang

  • 20 Februari 2026
  • Dibaca 376 Kali
Bagikan Via:
operasi-sar-gabungan-di-jember-belum-berhasil-ombak-tinggi-hambat-pencarian-korban-hilang-20260220

Operasi SAR Gabungan di Jember Belum Berhasil, Ombak Tinggi Hambat Pencarian Korban Hilang

Hari Keempat Operasi SAR, Dua Warga Jember Masih Hilang di Laut dan Sungai

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua warga Kabupaten Jember yang dilaporkan hilang kembali dilanjutkan pada hari keempat, Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan operasi dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB dengan melibatkan unsur SAR gabungan di dua lokasi berbeda, yakni wilayah pesisir selatan dan aliran Sungai Bedadung. Laporan kegiatan ini disampaikan kepada Bapak Bupati Jember dengan tembusan kepada Kepala BNPB di Jakarta, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Sekda Kabupaten Jember, Korpos Pencarian dan Pertolongan Jember, Kapolres Jember, serta Camat Ambulu, Camat Silo, dan Camat Bangsalsari. Hingga akhir evaluasi sore hari, kedua korban masih belum berhasil ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan kembali esok pagi.

Korban pertama diketahui bernama Faruq Febriansyah (20), warga RT 01 RW 01 Dusun Garahan Jati, Desa Garahan, Kecamatan Silo. Ia dilaporkan terjatuh dan terseret arus laut saat memancing di Pantai Canga’an, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, pada Minggu, 15 Februari 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban terjatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar lima meter ke arah pantai dan langsung tenggelam. Rekan sesama pemancing sempat mendengar teriakan minta tolong, namun tidak dapat memberikan pertolongan karena derasnya arus laut. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ambulu untuk ditindaklanjuti oleh tim SAR.

Sementara itu, korban kedua bernama Pak Dullah alias Sariton (76), warga Dusun Tegal Gebang RT 02 RW 15, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Ia diduga terseret arus banjir pada 12 Februari 2026 di sekitar jembatan perbatasan Desa Bangsalsari dan Curah Lele, Balung. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sandal milik korban di sekitar aliran sungai. Pada Senin, 16 Februari 2026, pukul 10.00 WIB, warga yang melakukan pencarian menemukan sarung milik korban di Sungai Karang Semanding, Sukorejo, Bangsalsari. Setelah lima hari dinyatakan hilang dan mempertimbangkan arus sungai yang mengarah ke laut, tim SAR gabungan memutuskan untuk memusatkan pencarian korban kedua di wilayah laut bersamaan dengan pencarian korban pertama.

Dalam pelaksanaan operasi hari keempat, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan pencarian menggunakan perahu di perairan Pantai Payangan, Ambulu, sedangkan tim kedua melakukan penyisiran darat menggunakan kendaraan roda dua (trill) di sepanjang Pantai Canga’an. Evaluasi dilakukan pada pukul 16.00 WIB, namun hingga waktu tersebut korban belum berhasil ditemukan sehingga kegiatan dihentikan sementara. Operasi akan dilanjutkan kembali pada Kamis, 19 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB dengan fokus pencarian di Pantai Payangan dan Pantai Canga’an.

Kendala utama dalam operasi ini adalah kondisi ombak yang masih tinggi serta nihilnya sinyal HT dan seluler di beberapa titik pencarian. Basarnas juga meminta dukungan pemantauan udara menggunakan drone dari BPBD karena pilot drone Basarnas saat ini berada di Banyuwangi. Selain itu, BPBD tetap melakukan penyisiran darat di wilayah Pantai Rowo Cangak untuk memperluas jangkauan pencarian. Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi BPBD Kabupaten Jember, Pos Pencarian dan Pertolongan Jember, Satpolairud Polres Jember, Pos TNI-AL Puger, SAR Rimba Laut, Siluman Rescue, Brandal Alas Rescue, Relawan Bensromben, serta Relawan Barat Daya.

Galeri Foto