logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Blanko Melimpah, Ribuan Warga Panti Akhirnya Bisa Cetak KTP-el Setelah Antre Berbulan-bulan

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 219 Kali
Bagikan Via:
blanko-melimpah-ribuan-warga-panti-akhirnya-bisa-cetak-ktp-el-setelah-antre-berbulan-bulan-20260329

Blanko Melimpah, Ribuan Warga Panti Akhirnya Bisa Cetak KTP-el Setelah Antre Berbulan-bulan

JEMBER, 28 MARET 2026 - Penantian panjang ribuan warga Kecamatan Panti untuk memiliki fisik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) akhirnya menemui titik terang. Setelah berbulan-bulan terkendala keterbatasan blanko dari pemerintah pusat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) memastikan pasokan kini tersedia dalam jumlah mencukupi di kantor kecamatan setempat.

Ketersediaan ini sekaligus mengakhiri masa penggunaan surat keterangan (suket) atau biodata penduduk sementara yang selama ini menjadi pengganti identitas resmi warga. Pemerintah Kecamatan Panti pun langsung menargetkan percepatan pencetakan untuk menuntaskan antrean warga yang telah masuk daftar tunggu sejak tahun lalu.

Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos, M.M, mengatakan distribusi blanko kali ini dilakukan secara masif guna menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dokumen kependudukan. Ia menyebut, jika sebelumnya warga harus menunggu berbulan-bulan akibat kuota terbatas, kini proses pencetakan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami memahami kegelisahan warga yang selama ini hanya memegang kertas sementara. Hari ini kami tegaskan stok blanko sudah aman. Warga yang sudah melakukan perekaman namun belum menerima fisik KTP diminta segera berkoordinasi dengan perangkat desa atau datang langsung ke kantor kecamatan,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Untuk mencegah penumpukan warga, pihak kecamatan telah menyiapkan skema distribusi bertahap. Prioritas diberikan kepada warga yang telah lama melakukan perekaman namun belum menerima KTP-el, serta pemula yang baru berusia 17 tahun.

Dalam proses pengambilan, warga diminta membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) serta surat keterangan asli bagi yang masih memilikinya. Pemerintah juga menegaskan seluruh layanan pencetakan dan distribusi KTP-el diberikan secara gratis. Warga diimbau melapor apabila menemukan praktik pungutan liar.

Selain pelayanan di kantor kecamatan, petugas juga disiagakan melalui program jemput bola ke desa-desa terpencil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi KTP-el menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang memiliki keterbatasan akses.

Keberadaan fisik KTP-el dinilai krusial bagi masyarakat. Selain sebagai identitas resmi, dokumen ini menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai layanan publik, seperti pengurusan BPJS, pembukaan rekening bank, pengajuan bantuan sosial, hingga kebutuhan perjalanan.

Selama menggunakan surat keterangan sementara, banyak warga mengaku kerap mengalami kendala, terutama saat verifikasi data di perbankan maupun saat melamar pekerjaan. Dengan ketersediaan blanko yang kini mencukupi, hambatan tersebut diharapkan tidak lagi terjadi.

Sekretaris Kecamatan Panti, Akbar Winasis, menambahkan pihaknya juga mendorong warga yang belum melakukan perekaman, terutama lansia dan penyandang disabilitas, untuk segera melapor. Menurutnya, petugas siap melakukan perekaman langsung ke rumah warga bila diperlukan.

“Jangan menunggu saat dibutuhkan baru mengurus. Mumpung stok blanko tersedia, sebaiknya segera dimanfaatkan,” katanya.

Peningkatan stok blanko ini merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat. Pemerintah berharap momentum ini dapat mendorong terwujudnya tertib administrasi kependudukan yang lebih baik, sekaligus memastikan seluruh warga Kecamatan Panti memiliki identitas resmi.

Galeri Foto