logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

PMT untuk Balita dan Ibu Hamil di Slawu, Ikhtiar Cegah Stunting Sejak Dini

  • 16 September 2026
  • Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
pmt-untuk-balita-dan-ibu-hamil-di-slawu-ikhtiar-cegah-stunting-sejak-dini-20260916

PMT untuk Balita dan Ibu Hamil di Slawu, Ikhtiar Cegah Stunting Sejak Dini

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 - Upaya mencegah stunting terus digencarkan dari tingkat kelurahan. Salah satunya melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Rabu 16 September 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi sehat, bebas stunting, sekaligus berkualitas. PMT diberikan sebagai makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Patrang Musyafak, S.H.I., M.M., Kasi PMKS Kecamatan Patrang, Bidan Wilayah Slawu Marlina dari Puskesmas Banjarsengon, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ibu-ibu PKK, serta para ibu hamil berjumlah kurang lebih 100 orang.

Sekretaris Lurah Slawu Hermanto mengatakan, PMT yang diberikan merupakan makanan tambahan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi penerima manfaat. Salah satunya berupa susu yang diberikan sebagai pelengkap asupan harian.

“PMT ini sifatnya tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi. Jadi, bukan menggantikan makanan utama, tetapi melengkapi asupan yang dibutuhkan,” ujar Hermanto.

Sementara itu, Bidan Wilayah Kelurahan Slawu Marlina dari Puskesmas Banjarsengon, menjelaskan stunting merupakan kondisi ketika pertumbuhan anak terhambat sehingga tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya.

Pemantauan pertumbuhan, kata dia, dapat dilakukan secara berkala melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) maupun pengukuran langsung terhadap berat dan tinggi badan anak.

“Kalau dilihat dari KMS, ada garis pertumbuhan yang menjadi acuan. Namun, perlu dipahami bahwa stunting bukan sekadar anak yang terlihat pendek. Ada kategori pendek dan sangat pendek. Penentuan stunting harus berdasarkan pengukuran dan standar pertumbuhan yang berlaku,” jelas Marlina.

Menurutnya, stunting tidak disebabkan satu faktor. Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan, mulai kekurangan gizi pada ibu hamil dan balita, pola makan yang tidak tepat, anemia pada ibu hamil, hingga kualitas air dan sanitasi serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Bahkan, upaya tersebut dimulai sejak masa remaja dan berlanjut selama kehamilan hingga periode seribu hari pertama kehidupan. “Sekarang pencegahan juga sudah dimulai dari sekolah. Anak-anak SMP diberikan tablet tambah darah. Tujuannya untuk mencegah anemia,” katanya.

Pemberian tablet tambah darah sejak remaja diharapkan membantu mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan. Sebab, anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko gangguan selama kehamilan maupun berdampak pada kondisi bayi.

Selain asupan gizi, Marlina menekankan pentingnya pola makan ibu sebelum dan selama kehamilan. Jenis, jumlah, dan frekuensi makanan harus diperhatikan agar kebutuhan gizi terpenuhi.

“Pola makan yang tidak tepat, baik dari jenis, jumlah maupun frekuensinya, kemudian ibu hamil dengan anemia dan sanitasi lingkungan, semuanya saling berkaitan,” ujarnya.

Melalui PMT dan edukasi kesehatan tersebut, Kelurahan Slawu mendorong pencegahan stunting dilakukan secara bersama-sama. Tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga perubahan perilaku, pemenuhan gizi, pemeriksaan rutin, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan langkah tersebut, pencegahan stunting diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan makanan. Lebih jauh, menjadi gerakan bersama untuk memastikan balita tumbuh sehat dan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang memadai.  (yud)

Galeri Foto