Posyandu Remaja Dukuhdempok Tekankan Risiko Pernikahan Dini
- 26 Mei 2026
- Dibaca 83 Kali
Bagikan Via:
Posyandu Remaja Dukuhdempok Tekankan Risiko Pernikahan Dini
JEMBER, 26 MEI 2026 – Upaya pencegahan pernikahan dini terus digencarkan di Kecamatan Wuluhan. Salah satunya melalui kegiatan posyandu remaja yang digelar di Balai Desa Dukuhdempok, Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan rutin tersebut diisi edukasi kesehatan dan pembinaan generasi muda agar lebih siap menghadapi persoalan sosial maupun kesehatan di usia remaja.
Puluhan peserta mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Dukuhdempok, Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Kepala Puskesmas Wuluhan Andi Sukismanto, promotor kesehatan Puskesmas Wuluhan Nicko Wahyulianto, serta Kepala KUA Wuluhan Muhammad Subhan Zain, S.H.
Dalam sambutannya, Camat Wuluhan Hanifah menyoroti pentingnya pendampingan terhadap generasi muda untuk menekan angka pernikahan usia anak. Menurut dia, remaja perlu memiliki kesiapan pendidikan, mental, dan ekonomi sebelum memutuskan menikah.
“Anak-anak muda harus memiliki cita-cita dan perencanaan masa depan yang matang. Jangan sampai masa depan terhambat karena keputusan menikah pada usia yang belum siap,” ujarnya.
Hanifah menambahkan, pernikahan dini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan ibu dan anak. Karena itu, dia meminta peran keluarga dan lingkungan diperkuat dalam memberikan pengawasan maupun edukasi kepada generasi muda.
Materi lain disampaikan Kepala KUA Wuluhan, Muhammad Subhan Zain, terkait dispensasi nikah. Dia menjelaskan bahwa dispensasi nikah merupakan izin khusus dari pengadilan bagi calon pengantin yang belum memenuhi batas usia perkawinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Dispensasi nikah tidak diberikan secara otomatis. Ada proses pemeriksaan dan pertimbangan hukum yang harus dilalui,” katanya.
Dia berharap kalangan muda dapat memahami pentingnya kesiapan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Sebab, pernikahan bukan sekadar persoalan usia, tetapi juga kesiapan mental dan tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Wuluhan Andi Sukismanto mengingatkan peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Menurut dia, tekanan lingkungan dan perkembangan media sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja apabila tidak disikapi secara bijak.
“Kalau ada masalah, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada orang tua, guru, atau tenaga kesehatan agar mendapatkan pendampingan yang tepat,” tuturnya.
Pada sesi berikutnya, promotor kesehatan Puskesmas Wuluhan Nicko Wahyulianto memaparkan materi kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual, serta bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Dia juga mengingatkan pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri untuk mencegah anemia.
Menurut Nicko, anemia pada usia remaja dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan kondisi kesehatan secara umum. Karena itu, remaja putri dianjurkan rutin mengonsumsi TTD sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pemerintah Desa Dukuhdempok berharap posyandu remaja dapat terus menjadi ruang edukasi dan pembinaan generasi muda agar lebih sehat, mandiri, dan memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik. (riz)