logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan

POTENSI PENGEMBANG SAPI PERAH DENGAN SYSTEM CLOSE HOUSE DI JEMBER

  • 10 Maret 2025
  • Dibaca 1752 Kali
Bagikan Via:
potensi-pengembang-sapi-perah-dengan-system-close-house-di-jember

POTENSI PENGEMBANG SAPI PERAH DENGAN SYSTEM CLOSE HOUSE DI JEMBER

Jember, 25 Februari 2025 Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember telah melakukan studi tiru ke Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Sidodadi di Malang untuk meninjau penerapan sistem kandang close house dalam peternakan sapi perah. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari kunjungan PT Nestle ke Kabupaten Jember pekan sebelumnya. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi dan menilai potensi pengembangan sistem serupa di Jember yang memiliki kondisi iklim yang panas dan lembab.

Dalam kunjungan tersebut, tim diterima langsung oleh Ketua Koperasi, Pak Kusno, serta dua peternak sapi perah, Pak Sis dan Pak Andi. Mereka berbagi pengalaman tentang penerapan sistem close house dalam meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah. Dari hasil observasi diketahui bahwa dengan populasi sapi perah sebanyak 20 ekor, kandang close house hanya memerlukan dua buah kipas angin berukuran 50 inci dengan daya listrik sebesar 2200 Watt. Biaya listrik yang dikeluarkan berkisar Rp1 juta per bulan namun peningkatan produksi susu mencapai 2-3 liter per ekor per hari yang masih memberikan surplus dari biaya operasional yang dikeluarkan.

Selain peningkatan produksi susu, sistem close house juga membawa dampak positif bagi kesehatan dan reproduksi sapi perah. Dengan lingkungan yang lebih terkendali, sapi lebih nyaman dan bebas dari stres akibat cuaca panas. Hal ini berkontribusi pada siklus reproduksi yang lebih baik sehingga interval beranak menjadi lebih pendek. Hal ini mempercepat pertumbuhan populasi sapi perah secara berkelanjutan.

Jember sebagai wilayah dengan iklim panas memiliki potensi besar untuk menerapkan system close house dalam peternakan sapi perah. Sistem ini tidak hanya meningkatkan produksi susu tetapi juga membantu dalam efisiensi pemeliharaan ternak. Dengan suhu yang lebih stabil didalam kendang maka risiko penyakit akibat cuaca ekstrem dapat dikurangi yang pada akhirnya mendukung peningkatan kesejahteraan peternak.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember kini tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem close house di peternakan sapi perah di daerah tersebut. Kajian ini melibatkan aspek biaya investasi awal, efektivitas jangka panjang serta dukungan teknologi yang dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan implementasi.

Dalam diskusi lanjutan setelah kunjungan, tim dinas bersama peternak setempat mulai merancang skema pengembangan yang memungkinkan peternak kecil dan menengah untuk mengadopsi sistem ini. Dengan adanya dukungan teknologi dan manajemen yang baik diharapkan peternakan sapi perah di Jember dapat berkembang lebih optimal, menghasilkan susu berkualitas tinggi serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Dengan hasil positif dari studi tiru ini diharapkan sistem close house dapat segera diterapkan di Kabupaten Jember dan menjadikannya sebagai model peternakan sapi perah yang modern dan efisien di wilayah dengan iklim panas. Penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan hasil produksi susu tetapi juga menciptakan lingkungan peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi para peternak sapi perah. (Narasumber : Purwoto, S.Pt)