logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Praktik Manajemen Bencana di Kencong Ditutup, Tinggalkan Penguatan Kapasitas dan Kesadaran Masyarakat

  • 04 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
praktik-manajemen-bencana-di-kencong-ditutup-tinggalkan-penguatan-kapasitas-dan-kesadaran-masyarakat-20260604

Praktik Manajemen Bencana di Kencong Ditutup, Tinggalkan Penguatan Kapasitas dan Kesadaran Masyarakat

JEMBER, 04 JUNI 2026 – Rangkaian kegiatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam Praktik Manajemen Bencana yang berlangsung sejak 11 Mei hingga 6 Juni 2026 di wilayah Kecamatan Kencong resmi ditutup. Kegiatan yang dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Cakru, Desa Kraton, dan Desa Paseban tersebut diakhiri dengan simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.

Program yang berlangsung hampir satu bulan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pendekatan edukasi, pelatihan, serta praktik lapangan secara langsung. Simulasi penanggulangan bencana yang digelar pada penutupan kegiatan menjadi puncak rangkaian program sekaligus sarana menguji kesiapsiagaan warga dan perangkat desa dalam menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, hingga masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kencong, kepala desa dari wilayah pelaksanaan program, unsur Babinsa, Koramil, relawan, serta warga yang selama ini aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Dosen Pembimbing kegiatan Mahasiswa, Cipto Susilo, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung suksesnya program praktik manajemen bencana di Kecamatan Kencong.

“Kami merasakan sendiri bagaimana masyarakat di sini sangat terbuka dan menerima kehadiran tim dengan baik. Sikap welcome dari warga membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara maksimal dan totalitas. Dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, Babinsa, Koramil, hingga relawan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program ini,” ujarnya, Kamis 04 Juni 2026.

Menurut Cipto, keberhasilan pelaksanaan simulasi dan berbagai kegiatan edukasi kebencanaan tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang terbangun selama program berlangsung. Kolaborasi antara unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat desa.

Sementara itu, Camat Kencong Ronny Arvianto mengapresiasi pelaksanaan program praktik manajemen bencana yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Program seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga melatih masyarakat untuk bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat. Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan ini menjadi modal besar dalam membangun desa yang tangguh bencana,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, relawan, serta dunia pendidikan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat. Semoga dapat terus berlanjut dan menjadi agenda berkelanjutan sehingga budaya kesiapsiagaan bencana semakin tertanam di tengah masyarakat. Pemerintah Kecamatan Kencong siap mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keselamatan warga,” tegas Camat Kencong.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga pengalaman praktik langsung dalam melakukan koordinasi, evakuasi, hingga penanganan awal ketika terjadi bencana. Dengan bekal tersebut, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.

Penutupan kegiatan menjadi penanda berakhirnya program praktik manajemen bencana tahun 2026 di Kecamatan Kencong, sekaligus meninggalkan warisan penting berupa peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan jejaring kolaborasi, serta tumbuhnya kesadaran bersama akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. (gfr)

Galeri Foto