Pro Gus’e di Pantai Pancer Puger, Perkuat Pengentasan Kemiskinan dan Potensi Wisata Pesisir Jember
- 16 Agustus 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Pro Gus’e di Pantai Pancer Puger, Perkuat Pengentasan Kemiskinan dan Potensi Wisata Pesisir Jember
JEMBER, 16 Agustus 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pro Gus’e yang digelar di kawasan Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Jember, bertepatan dengan momentum peresmian program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sosial, tetapi juga harus disertai pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui program home care, yang diarahkan untuk memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah berupaya menghadirkan konsep dokter keluarga agar warga yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan.
Menurut Gus Fawait, masyarakat kurang mampu harus mendapatkan perhatian yang sama dalam bidang kesehatan. Pemerintah tidak ingin persoalan biaya maupun keterbatasan akses membuat warga menunda mendapatkan pelayanan medis.
Dalam kunjungannya di kawasan Pantai Pancer, Gus Fawait juga melihat langsung potensi wisata dan ekonomi masyarakat pesisir. Ia mengunjungi salah satu tempat makan di pinggir pantai yang menawarkan suasana santai dengan pemandangan laut, dilengkapi kolam renang yang berada di tengah kawasan tempat makan.
Gus Fawait menyebut konsep tersebut sebagai “Jimbarannya Jember”. Menurutnya, kawasan seperti ini memiliki daya tarik tersendiri karena masyarakat bisa menikmati kuliner sekaligus menikmati suasana pantai.
Keberadaan kolam renang di kawasan tersebut juga menjadi alternatif bagi anak-anak agar tidak harus bermain atau berenang langsung di laut. Menariknya, kolam tersebut menggunakan air asin sehingga anak-anak tetap dapat merasakan sensasi air laut sekaligus menjadi bagian dari terapi air.
Selain menawarkan tempat yang nyaman, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan ikan bakar dan makanan laut dengan harga yang relatif terjangkau. Suasana pinggir pantai dengan menu seafood tersebut dinilai cocok menjadi salah satu pilihan bagi warga Jember yang ingin menikmati waktu bersama keluarga maupun mencari suasana romantis bersama pasangan dengan latar pemandangan laut.
Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kawasan Pantai Pancer tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya para nelayan dan pelaku UMKM. Saat bersama-sama para OPD serta Muspika Puger setelah menyantap makanan yang sajikan Gus Fawait mengatakan,
“Ini menurut saya Jimbarannya Jember. Kita ingin tempat seperti ini terus berkembang, karena masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat pantai. Ada ikan bakar dan makanan laut dengan harga yang terjangkau, sehingga masyarakat Jember tidak perlu jauh-jauh kalau ingin menikmati suasana makan yang romantis di pinggir pantai,"ujarnya.
Di sini juga ada kolam renang di pinggir pantai. Ini bisa menjadi alternatif untuk anak-anak, sehingga mereka tidak harus mandi langsung di laut yang tentu memiliki risiko. Air kolamnya juga menggunakan air asin, jadi anak-anak tetap bisa merasakan air laut dan sekaligus bisa menjadi bagian dari terapi.
Potensi Pantai Pancer dan kawasan pesisir Puger ini terus dikembangkan. Bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kampung Nelayan Merah Putih, program home care, dan pengembangan kawasan wisata harus bisa berjalan bersama.
" Tujuannya satu, bagaimana masyarakat Jember, khususnya masyarakat pesisir dan keluarga kurang mampu, bisa semakin sejahtera. Inilah semangat Jember Baru, Jember Maju," Pungkasnya.(Mel)