logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Puskesmas Patrang Jemput Bola Rawat Lansia, Hipertensi dan Diabetes

  • 14 Juli 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
puskesmas-patrang-jemput-bola-rawat-lansia-hipertensi-dan-diabetes-20260715

Puskesmas Patrang Jemput Bola Rawat Lansia, Hipertensi dan Diabetes

JEMBER, 14 JULI 2026 – Pelayanan kesehatan tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Semangat itulah yang terus diwujudkan Puskesmas Patrang dan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjangkau langsung warga hingga ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di Posyandu Alamanda 88, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Senin 13 Juli 2026. Sekitar 70 warga lanjut usia (lansia) mengikuti pemeriksaan kesehatan, konsultasi, hingga pemantauan penyakit kronis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama kader Posyandu.

Program jemput bola ini menjadi bukti komitmen Puskesmas Patrang dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, terutama bagi kelompok lansia yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin.

Kepala Puskesmas Patrang, dr. Gurid Anggridiaksha, mengatakan pelayanan kesehatan tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Menurutnya, keberhasilan berbagai program kesehatan selama ini tidak lepas dari sinergi antara Puskesmas dengan kader Posyandu, perawat wilayah, bidan wilayah, pemerintah kelurahan, hingga dukungan masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman media yang telah mempublikasikan berbagai kegiatan Puskesmas Patrang. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pelayanan kesehatan ini juga didukung kader Posyandu, perawat wilayah, dan bidan wilayah," ujarnya.

Ia menjelaskan, Posyandu kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang memberikan pelayanan kesehatan untuk seluruh siklus kehidupan. Jika dahulu Posyandu identik dengan balita dan ibu hamil, kini pelayanan juga mencakup remaja, usia produktif, hingga lansia.

Menurut Gurid, perubahan tersebut merupakan langkah strategis agar masyarakat semakin mudah memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menunggu kondisi sakit semakin parah. Pemeriksaan rutin memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi lebih awal berbagai faktor risiko penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Harapannya, meskipun sudah lanjut usia, para lansia tetap produktif dan terus menjaga kesehatannya. Posyandu sekarang melayani semua kelompok usia sehingga pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat," katanya.

Puskesmas Patrang sendiri membawahi tiga wilayah kerja, yakni Kelurahan Patrang, Kelurahan Gebang, dan Kelurahan Jember Lor. Melalui kegiatan rutin, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi masyarakat secara berkelanjutan sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Sementara itu, Perawat Posyandu Alamanda 88, Ahmad Wahid, mengungkapkan bahwa hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi dua penyakit yang paling banyak ditemukan pada kelompok lansia. Meski demikian, hasil pendampingan yang dilakukan secara konsisten menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Menurutnya, sekitar 60 hingga 80 persen penderita hipertensi dan diabetes melitus yang menjadi sasaran pendampingan di Posyandu Alamanda 88 kini sudah berada dalam kondisi terkontrol. Capaian tersebut tidak hanya diukur dari menurunnya angka kasus, tetapi juga dari meningkatnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan pemeriksaan rutin.

"Yang kami kejar bukan sekadar penurunan angka kasus, tetapi bagaimana pasien rutin minum obat, kontrol ke fasilitas kesehatan, dan tekanan darah maupun gula darahnya tetap terkendali," jelasnya.

Ia menambahkan, pengendalian penyakit kronis memerlukan komitmen jangka panjang. Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi waktu istirahat, menghindari kebiasaan merokok, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Ahmad Wahid juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya gejala penyakit sebelum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Menurutnya, deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi akibat hipertensi maupun diabetes melitus yang dapat berdampak pada jantung, ginjal, mata, hingga risiko stroke.

"Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Deteksi dini dan pengendalian faktor risiko menjadi kunci agar penyakit kronis tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat," pungkasnya.

Melalui pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, Puskesmas Patrang menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar mengobati orang yang sakit, tetapi juga membangun budaya hidup sehat, melakukan pencegahan sejak dini, dan memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, serta produktif di usia senja. (rus)

Galeri Foto