logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sukorambi

Rembug Stunting Sukorambi, Satgas Khusus Disiapkan Perkuat Penanganan hingga Desa

  • 16 September 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
rembug-stunting-sukorambi-satgas-khusus-disiapkan-perkuat-penanganan-hingga-desa-20260916

Rembug Stunting Sukorambi, Satgas Khusus Disiapkan Perkuat Penanganan hingga Desa

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Kecamatan Sukorambi menggelar Rembug Stunting di Pendopo Kecamatan Sukorambi, Rabu, 16 September 2026, pukul 10.00 WIB. Forum ini membahas strategi menghadapi tantangan stunting sekaligus menyiapkan penguatan penanganan hingga tingkat desa.

Rembug diikuti Muspika Sukorambi, Sekcam dan Kasi PMKS Kecamatan Sukorambi, Kepala Puskesmas Sukorambi, Kepala KUA, Koordinator PLKB, Ketua dan kader PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Posyandu, Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT), serta LSN dan Srikandi Laskar Sholawat Nusantara.

Camat Sukorambi Mahmud Rizal, S.E., M.Si., menekankan perlunya langkah strategis dan terukur untuk menghadapi tantangan stunting ke depan. Menurutnya, penanganan tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah muncul, tetapi harus diperkuat melalui pencegahan, pemantauan, dan pendampingan keluarga.

“Rembug stunting ini ini menjadi momentum menyatukan langkah. Kita harus mengetahui persoalan di lapangan, memperkuat koordinasi, dan memastikan keluarga yang membutuhkan mendapat pendampingan serta penanganan secara cepat,” ujar Mahmud Rizal.

Ia meminta seluruh unsur terlibat aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing sehingga persoalan yang ditemukan dapat segera dikoordinasikan.

Sementara itu, Sekcam Sukorambi, Josias Anto Budi Nugroho, S.E, mendorong pembentukan satgas khusus pengentasan stunting. Tim tersebut diharapkan menjadi penggerak koordinasi lintas sektor dalam mengidentifikasi persoalan, menentukan intervensi, dan memastikan setiap tindak lanjut berjalan hingga tingkat desa.

“Satgas khusus ini diharapkan memperkuat gerak bersama dalam pengentasan stunting. Setiap persoalan yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi, bukan berhenti pada pendataan,” ujarnya.

Keterlibatan tenaga kesehatan, PLKB, PKK, TPK, kader Posyandu, LRT, serta unsur masyarakat menjadi kekuatan untuk membangun penanganan stunting yang lebih terpadu.

Rembug Stunting Sukorambi menjadi langkah memperkuat kolaborasi dan menyiapkan sistem penanganan yang lebih responsif. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan percepatan penanganan persoalan kesehatan masyarakat. (hus)

Galeri Foto