Ancak Agung 2026 Meriah, Sumberbaru Teguhkan Semangat Budaya dan Kebersamaan Jember
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 254 Kali
Bagikan Via:
Ancak Agung 2026 Meriah, Sumberbaru Teguhkan Semangat Budaya dan Kebersamaan Jember
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 – Tradisi Ancak Agung kembali menyemarakkan Kabupaten Jember, Sabtu 22 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Jember tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya ancak atau gunungan hasil bumi yang mengikuti kirab. Pemerintah Kabupaten Jember sebelumnya menargetkan sekitar 1.000 ancak untuk menyemarakkan kegiatan tahun ini, lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Namun, lebih dari sekadar kirab budaya, Ancak Agung menjadi gambaran tentang bagaimana tradisi, agama, dan semangat kebangsaan dapat berjalan berdampingan. Gunungan hasil bumi yang dibawa peserta menjadi simbol rasa syukur atas karunia Tuhan sekaligus representasi potensi pertanian dan kekayaan masyarakat Jember.
Semangat tersebut juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kecamatan Sumberbaru. Sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Jember yang memiliki karakter masyarakat agraris, Sumberbaru memiliki kekayaan hasil pertanian sekaligus tradisi gotong royong yang kuat.
Camat Sumberbaru Mohamad Faridj Wadjdi, S.Sos., mengatakan bahwa momentum Ancak Agung menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
“Ancak Agung bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, gotong royong dan rasa syukur masyarakat. Sumberbaru tentu bangga menjadi bagian dari Kabupaten Jember yang memiliki kekayaan budaya dan potensi pertanian,” ujarnya.
Menurut Faridj, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya seperti Ancak Agung juga penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi agar tetap dikenal generasi muda. Nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya dinilai sejalan dengan semangat pembangunan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa.
Ia menambahkan, Sumberbaru memiliki masyarakat yang selama ini terbiasa bekerja bersama dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan maupun pembangunan. Karena itu, semangat tersebut diharapkan terus dipelihara dan diwujudkan dalam setiap momentum yang melibatkan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap Jember. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga budaya, mengembangkan potensi daerah dan membangun kebersamaan,” kata Faridj.
Kirab Ancak Agung tahun ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember mengangkat tradisi lokal sebagai kekuatan budaya daerah. Pada pelaksanaan 2025, Jember telah mencatat rekor MURI melalui kirab Ancak Agung, sehingga kegiatan 2026 kembali mendapat perhatian besar masyarakat.
Bagi Sumberbaru, Ancak Agung bukan sekadar perjalanan membawa gunungan hasil bumi menuju pusat Kabupaten Jember. Lebih jauh, tradisi tersebut menjadi simbol bahwa keberagaman wilayah, budaya dan potensi masyarakat dapat dipersatukan dalam satu semangat kebersamaan.
Dari Sumberbaru untuk Jember, semangat itu terus dijaga: merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat. (jh8)