Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Mayang, Bahas Langkah Bersama Percepatan Penurunan Stunting
- 29 Oktober 2026
- Dibaca 68 Kali
Bagikan Via:
Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Mayang, Bahas Langkah Bersama Percepatan Penurunan Stunting
JEMBER, 29 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Mayang menggelar Rembuk Stunting di Aula Kecamatan Mayang, Kamis 29 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi, menyusun rencana aksi, dan memperkuat sinergi dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Mayang.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Mayang Najmul Huda, Ketua TP PKK Kecamatan Mayang Ika Huda, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Mayang, Kepala UPTD Puskesmas Mayang Yeni Rahmawati Komalasari, Kepala KUA Mayang, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Mayang beserta staf, serta perwakilan seluruh desa di Kecamatan Mayang.
Dalam sambutannya, Camat Mayang Najmul Huda menegaskan bahwa stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan, melainkan juga masalah pembangunan yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan menyeluruh dan kerja sama lintas sektor.
“Stunting adalah tanggung jawab kita semua, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah desa dan kecamatan. Kita harus memastikan ibu hamil dan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, akses layanan kesehatan yang mudah, serta pola pengasuhan yang baik. Jangan sampai pertumbuhan generasi penerus terhambat karena kurangnya perhatian kita hari ini,” ujar Najmul Huda.
Ia juga mengajak seluruh perwakilan desa untuk menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan di wilayah masing-masing. Upaya tersebut perlu melibatkan kader kesehatan, kader PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama guna menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pencegahan stunting.
Najmul berharap, melalui rembuk stunting tersebut, seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kesepahaman dan menyusun program yang tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Mayang Yeni Rahmawati Komalasari memaparkan kondisi terkini terkait gizi dan stunting di wilayah Kecamatan Mayang. Ia juga menjelaskan sejumlah faktor risiko yang perlu diantisipasi serta pentingnya pencegahan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
“Periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat krusial. Jika kebutuhan gizi pada masa ini tidak terpenuhi, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang dan sulit diperbaiki pada masa mendatang. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan kepada ibu hamil dan balita,” jelas Yeni.
Ia mengimbau pemerintah desa untuk meningkatkan pemantauan terhadap ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita. Selain itu, masyarakat perlu didorong agar rutin memeriksakan kesehatan, menerima pendampingan kader, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas dan posyandu.
Menurut Yeni, pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama. Peran aktif masyarakat, didukung layanan kesehatan yang optimal, menjadi salah satu kunci keberhasilan upaya menekan angka stunting.
Dukungan serupa disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Mayang Ika Huda. Ia menyatakan komitmen TP PKK untuk memperkuat peran kader di tingkat desa hingga dusun, terutama dalam mendampingi ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penerapan pola asuh yang tepat selama periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Melalui kegiatan rembuk stunting ini, para peserta menyepakati pentingnya memperkuat koordinasi antardesa dan antarsektor, meningkatkan jangkauan layanan kesehatan dan gizi, serta memperluas penyuluhan kepada masyarakat tentang gizi seimbang dan pola asuh yang baik.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Mayang diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (ryo)