Reunifikasi ODGJ Terlantar, Liposos Jember Antarkan Misdi Pulang Setelah Dua Bulan Hilang Arah
- 10 April 2026
- Dibaca 255 Kali
Bagikan Via:
Reunifikasi ODGJ Terlantar, Liposos Jember Antarkan Misdi Pulang Setelah Dua Bulan Hilang Arah
JEMBER, 10 APRIL 2026 - Seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Misdi (50) akhirnya kembali ke keluarganya di Lumajang setelah hampir dua bulan terlantar tanpa identitas di Jember. Proses panjang mulai dari evakuasi hingga perawatan medis berujung pada momen haru reunifikasi yang melibatkan lintas instansi.
Misdi dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat 10 April 2026. Kepulangan ini menutup perjalanan panjangnya setelah sempat ditemukan terlantar tanpa identitas di pusat kota Jember.
Misdi pertama kali diamankan oleh Satpol PP Jember pada 18 Februari 2026 di kawasan Alun-Alun Kota Jember dalam kondisi meresahkan. Tanpa identitas atau keterangan diri, ia kemudian dievakuasi ke UPTD Liposos Dinas Sosial Kabupaten Jember untuk penanganan awal.
Kondisi kejiwaan Misdi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut membuatnya dirujuk ke RSJ Lawang, Malang, pada 23 Februari 2026. Setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar tiga minggu, ia kembali ke Liposos pada 11 Maret 2026.
Titik terang muncul ketika kondisi mental Misdi mulai stabil. Ia perlahan mampu mengingat identitas serta alamat rumahnya di Lumajang.
“Setelah klien mampu berkomunikasi dan menyebutkan asal-usulnya, kami segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang dan TKSK Sukodono untuk menelusuri alamat tersebut,” ujar perwakilan tim Liposos Jember, Sulis Sri Wardani.
Penelusuran tersebut membuahkan hasil. Tim berhasil menemukan keluarga Misdi, termasuk kakak kandungnya yang selama ini menantikan kepulangannya.
Proses reunifikasi berlangsung lancar dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas Liposos Jember, Dinas Sosial Lumajang, TKSK, hingga perangkat kecamatan setempat.
Selain pemulangan, tim juga memberikan edukasi kepada keluarga terkait pentingnya peran pendampingan dalam proses pemulihan. Keluarga diminta memastikan Misdi rutin mengonsumsi obat dan menjalani kontrol ke layanan kesehatan jiwa.
Kini, Misdi tak lagi hidup terlantar di jalanan. Ia kembali berkumpul dengan keluarga dan warga sekitar yang menyambutnya dengan hangat, menandai awal baru dalam proses pemulihannya. (rou)