logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Gumukmas

Pagelaran Wayang Kulit Malam 1 Suro Semarakkan Desa Tembokrejo

  • 16 Juni 2026
  • Dibaca 162 Kali
Bagikan Via:
pagelaran-wayang-kulit-malam-1-suro-semarakkan-desa-tembokrejo-20260616

Pagelaran Wayang Kulit Malam 1 Suro Semarakkan Desa Tembokrejo

JEMBER, 16 JUNI 2026 - Memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H atau yang dikenal sebagai Malam 1 Suro, Pemerintah Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember kembali menggelar rangkaian kegiatan bersih desa yang dilengkapi dengan pagelaran wayang kulit. Pertunjukan ini diselenggarakan di halaman Kantor Balai Desa Tembokrejo, Selasa, 16 Juni 2026.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Tembokrejo, H Suyitno, serta segenap perangkat desa. Pagelaran ini diselenggarakan sebagai wujud nyata pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus sarana mempererat tali kebersamaan dan persatuan antarwarga.

Pagelaran wayang kulit menghadirkan Ki Dalang Sujito dari wilayah Ambulu.Penampilan khas sang dalang tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang kehidupan, kebaikan, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai yang disampaikan selaras dengan makna peringatan pergantian tahun, baik dalam kalender Islam maupun kearifan tradisi lokal yang hidup di masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Gumukmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga dari berbagai kalangan usia. Antusiasme warga sangat tinggi; mereka telah berkumpul sejak sore hari dan tetap setia menyaksikan pertunjukan hingga menjelang pagi. Suasana yang guyub, akrab, dan damai terasa kental sepanjang acara, mencerminkan semangat “Nguri-uri Budaya, Lestarikan Tradisi, Guyub Rukun Membangun Desa” yang menjadi jiwa kegiatan ini.

Pagelaran ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ditawarkan di sekitar lokasi acara, terutama berupa makanan dan minuman khas. Para pedagang melaporkan peningkatan omzet yang cukup signifikan seiring tingginya jumlah pengunjung. Dengan demikian, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk mendongkrak dan mengembangkan perekonomian lokal di Desa Tembokrejo.

Kepala Desa Tembokrejo, H Suyitno, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bukti komitmen desa dalam menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama. “Tradisi ini tidak boleh punah. Kami laksanakan setiap tahun agar generasi muda tetap mengenal budayanya, sekaligus menjadi ajang berkumpul yang memperkuat persatuan. Alhamdulillah, selain manfaat sosial dan budaya, kegiatan ini juga membantu warga pedagang mendapatkan pemasukan tambahan,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Camat Gumukmas Dannie Allcholin, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Gumukmas, Sukariyadi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan seluruh warga. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Melestarikan budaya adalah identitas bangsa, sedangkan kebersamaan adalah modal utama membangun desa. Semoga tradisi ini terus terjaga, dan manfaatnya dapat terus dirasakan baik dari sisi persatuan, budaya, maupun ekonomi warga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peringatan 1 Muharram atau Malam 1 Suro mengandung makna mendalam untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan memulai lembaran baru dengan semangat yang lebih baik. Semangat inilah yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari guna mewujudkan Desa Tembokrejo yang maju, harmonis, dan sejahtera.

“Desa Tembokrejo kembali membuktikan bahwa tradisi yang terjaga dengan baik dapat menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang berharga, menjadikan setiap peringatan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata membangun masa depan desa yang lebih baik,” pungkasnya. (rir)

Galeri Foto