logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika

Sambangi Lansia Tunggal yang Sakit dengan Rumah Tak Layak, Gus Fawait: Kalau Gak Homecare, Kita Gak Tahu

  • 10 Agustus 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
sambangi-lansia-tunggal-yang-sakit-dengan-rumah-tak-layak-gus-fawait-kalau-gak-homecare-kita-gak-tahu-20260810

Sambangi Lansia Tunggal yang Sakit dengan Rumah Tak Layak, Gus Fawait: Kalau Gak Homecare, Kita Gak Tahu

Diskominfo Jember — Pemerintah Kabupaten Jember kembali menggulirkan program Bunga Desaku yang dipadukan dengan layanan Homecare di Kecamatan Sumberbaru pada Minggu (9/8/2026). Bupati Jember, Gus Fawait dan jajarannya, turun langsung menyambangi kediaman warga untuk memastikan pelayanan kesehatan sekaligus memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat di pelosok desa.

Gus Fawait menjelaskan bahwa Homecare merupakan program pemeriksaan kesehatan rutin saban bulan oleh dokter keluarga bagi lima kategori warga yang membutuhkan. Menurut dia, aksi jemput bola ini tidak sekadar memeriksa kesehatan, tetapi juga efektif memetakan keluhan penyakit warga serta memotret kondisi riil perekonomian masyarakat Jember secara langsung.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait menyambangi tiga rumah warga dengan kondisi yang beragam. Yakni, Rukati, 72, menderita Hipertensi; Suyanto, 64, menderita Stroke Ringan; dan Sahira Aprilia Putri, 16, penderita Downsyndrome.

"Rukati ini berada dalam kondisi emosional yang menyentuh lantaran hidup sendirian. Selama ini, yang bersangkutan harus berjuang dan menanggung beban hidup seorang diri saat mengalami sakit maupun kesulitan ekonomi," papar bupati. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisinya relatif stabil sehingga tidak memerlukan konsultasi medis tingkat lanjut.

Warga kedua, Suyanto, membutuhkan penanganan medis khusus sehingga langsung difasilitasi layanan telemedicine bersama dokter spesialis dan diberikan resep obat yang sesuai.

Lebih lanjut, Sahira Aprilia Putri, merupakan warga di wilayah kerja Puskesmas Rowotengah. "Hasil pemeriksaan standar menunjukkan kondisi kesehatannya cukup baik, sehingga petugas memberikan bantuan vitamin serta paket sembako," lanjutnya.

"Dari peninjauan ketiga rumah tersebut, ditemukan bahwa seluruh kediaman yang dikunjungi sudah tidak layak huni. Sebagian besar bangunan masih berdinding bambu dan berlantai tanah. Atas temuan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mengusulkan ketiga rumah tersebut untuk masuk dalam program perbaikan atau bedah rumah," tegasnya.

Sementara itu, di usia yang telah menginjak 72 tahun, Rukati harus menjalani sisa hidupnya seorang diri. Warga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru ini tinggal sebatang kara di kediamannya setelah sang suami meninggal dunia lebih dari satu dekade yang lalu. Sementara itu, anak-anaknya telah berkeluarga dan memilih untuk menetap bersama pasangan mereka masing-masing.

Mengenang kepergian almarhum suaminya, Rukati menceritakan bahwa suaminya sempat berjuang melawan rasa sakit di area pinggang dan sendi sebelum akhirnya kondisinya menurun drastis dan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit IHV Djatiroto.

Kini, faktor usia yang kian senja juga mulai menggerogoti kesehatan Rukati. Dia kerap mengeluhkan kondisi fisiknya yang sering terasa demam dan pusing.

Meski begitu, Bupati Jember, Gus Fawait, dan kehadiran petugas medis yang mendatangi kediamannya untuk memeriksa kesehatan serta memberikan perawatan memberikan sedikit ketenangan baginya. "Saya sangat bersyukur atas kepedulian para tenaga kesehatan yang mau turun langsung memantau kondisi saya. Terimakasih," tandasnya.