SARASEHAN PEMBERDAYAAN DAN PENGUATAN KAPASITAS ORMAS MERAJUT SINERGI PERKUAT SINERGITAS ORMAS DALAM PEMBANGUNAN MENUJU JEMBER BARU JEMBER MAJU.
- 26 Juli 2025
- Dibaca 788 Kali
Bagikan Via:
SARASEHAN PEMBERDAYAAN DAN PENGUATAN KAPASITAS ORMAS MERAJUT SINERGI PERKUAT SINERGITAS ORMAS DALAM PEMBANGUNAN MENUJU JEMBER BARU JEMBER MAJU.
Jember — Semangat kolaborasi dan penguatan peran masyarakat sipil mewarnai kegiatan Sarasehan Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Ormas bertajuk Perkuat Sinergisitas Ormas dalam Pembangunan Menuju Jember Baru, Jember Maju, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, pada Kamis, 24 Juli 2025 di Aula Graha Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Kegiatan yang dihadiri puluhan perwakilan ormas dan LSM ini dibuka dengan sambutan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud, Agama dan Ormas, Juhenik, S.E. Dalam sambutannya, Juhenik tuturnya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, toleran, dan berdaya. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan efektif tanpa peran aktif dan partisipatif dari ormas dan LSM. "Hal ini sejalan dengan semangat Jember Baru, Jember Maju yang membutuhkan peran aktif dari semua elemen masyarakat", ujarnya.
Narasumber pertama yaitu Bapak Sanusi, S.Pd. dari organisasi masyarakat sipil Suar Indonesia, menyampaikan materi bertema Pembangunan yang Inklusif. Dalam paparannya, Sanusi menekankan bahwa ormas dan LSM tidak hanya berperan sebagai pengamat, namun sebagai pelaku aktif dalam mendorong keadilan sosial, pendidikan yang membebaskan, dan pemberdayaan kelompok rentan. "Pembangunan yang ideal adalah yang mampu melibatkan semua lapisan, termasuk mereka yang selama ini termarginalkan. LSM hadir sebagai jembatan antara masyarakat akar rumput dengan pemerintah, memperjuangkan suara yang tak terdengar, dan membuka akses terhadap hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan hukum", ungkap Sanusi.
Ia juga membedakan secara jelas antara ormas dan LSM, di mana ormas lebih berbasis identitas sosial, sedangkan LSM lebih fokus pada advokasi berbasis isu. Meski berbeda pendekatan, keduanya sangat diperlukan dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Berikutnya dari narasumber ke dua Iptu Bagus Dwi Setyawan, S.H., M.H. dari Polres Jember menegaskan bahwa kebebasan berserikat yang dijamin oleh UUD 1945 harus tetap berada dalam koridor hukum. Ia menguraikan dasar hukum pengawasan ormas sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2013 dan perubahannya, yang menyebutkan bahwa pengawasan terhadap ormas dilakukan secara internal maupun eksternal oleh masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Dalam hal ini, Polri memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemantauan, penyelidikan, penindakan, dan koordinasi lintas sektor guna memastikan ormas tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan hukum yang berlaku.
Kegiatan ini sangat relevan dengan peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas daerah, apalagi saat ini banyak tantangan seperti premanisme, radikalisme, dan intoleransi yang dapat tumbuh di lingkungan masyarakat sipil jika tidak diawasi dengan baik. Melalui pemaparan Iptu Bagus, para peserta sarasehan yang terdiri dari unsur ormas dan LSM di Jember mendapatkan pemahaman tentang batasan dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh organisasi, seperti tindakan kekerasan, penyebaran ideologi bertentangan dengan Pancasila, serta pelanggaran simbol negara. Kegiatan ini mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat sipil dalam menciptakan Jember yang aman dan tertib. Ia mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, melainkan tanggung jawab kolektif masyarakat termasuk ormas. Ia juga mendorong agar ormas membantu menangkal radikalisme dan premanisme, serta menjadi pelopor dalam menciptakan harmoni sosial.
Selanjutnya paparan dari narasumber Bapak Agus Imantoro, SE., S.Sos., MM, Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud, Agama dan Ormas Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur. Dalam presentasinya, Agus menyampaikan pentingnya peran ormas dalam menjaga ketahanan sosial dan menjadi mitra konstruktif pemerintah daerah dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa ormas memiliki posisi strategis di tengah masyarakat, namun juga menghadapi tantangan serius di era kebebasan demokrasi. "Era demokrasi memberi peluang luas bagi pendirian ormas, namun juga membawa kerawanan. Ada ormas yang dibentuk hanya karena kepentingan sesaat, berideologi radikal, atau terafiliasi dengan kepentingan luar negeri. Kita perlu mengawal agar ormas tetap dalam koridor Pancasila dan UUD 1945, serta aktif mendukung pembangunan", ujar Agus.
Agus juga memaparkan implementasi Perda Jawa Timur No. 11 Tahun 2022 tentang Pemberdayaan Ormas serta Pergub No. 63 Tahun 2023 sebagai langkah nyata pemerintah dalam membina, memfasilitasi, dan memberdayakan ormas agar berdaya guna dan tertib secara administratif dan hukum. Di akhir presentasinya, Agus mengajak seluruh ormas dan LSM di Jember untuk menjalin kemitraan yang sehat, transparan, dan kolaboratif dengan pemerintah daerah.
Sementara itu Narasumber terakhir, Bapak Dima Akhyar, S.H., dari Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah menyoroti pentingnya peran ormas dalam proses perencanaan pembangunan, penyampaian aspirasi masyarakat, dan fasilitasi program-program prioritas daerah. Ia menyebut, dengan pendekatan partisipatif dan akar yang kuat di masyarakat, ormas dapat menjembatani antara kebutuhan lapangan dan kebijakan strategis daerah.
Dipandu dengan apik oleh moderator Ghea Rara Hayu Arimbi, S.S., MLi, sarasehan berlangsung interaktif, diwarnai tanya jawab kritis dari peserta. Diskusi mengerucut pada kesepahaman bahwa sinergi pemerintah, ormas, dan LSM merupakan syarat mutlak bagi Jember yang aman, adil, dan sejahtera.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak perumusan pola kolaborasi baru antara pemerintah dan masyarakat sipil. Sejalan dengan semangat Jember Baru, Jember Maju, peran ormas dan LSM semakin dibutuhkan untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, meningkatkan partisipasi publik, serta menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
#Jemberbarujembermaju #bakesbangpol #Kabupatenjember