logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Satgas P4GN Jember Perkuat Kolaborasi Kampus dan Tenaga Kesehatan Cegah Narkoba

  • 27 September 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
satgas-p4gn-jember-perkuat-kolaborasi-kampus-dan-tenaga-kesehatan-cegah-narkoba-20260927

Satgas P4GN Jember Perkuat Kolaborasi Kampus dan Tenaga Kesehatan Cegah Narkoba

JEMBER, 27 SEPTEMBER 2026 – Satuan Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (Satgas P4GN) Kabupaten Jember terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kali ini, Satgas P4GN menggandeng lingkungan kampus, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat untuk memperluas edukasi serta meningkatkan deteksi dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Satgas P4GN Kabupaten Jember dalam kegiatan edukasi kesehatan bertajuk Spark Goes to Campus 2026 yang digelar di Auditorium Smart Campus Agromedicine, Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej), Minggu 27 September 2026.

Delegasi Satgas P4GN Kabupaten Jember dipimpin langsung oleh Ketua Satgas, Mega Wulandari, S.STP., M.M., bersama tim gabungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan organisasi profesi, antara lain BNN Cabang Lumajang, BHP2A IDI Jawa Timur, POGI Cabang Malang, dan PT Pegadaian Area Jember.

Melalui forum tersebut, Satgas P4GN Kabupaten Jember menyusun sejumlah rencana tindak lanjut (RTL) untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Salah satu fokus pembahasan adalah perlindungan hukum bagi tenaga medis sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Perlindungan ini menjadi perhatian penting, terutama dalam mendukung tenaga kesehatan melakukan deteksi dini terhadap pasien yang terindikasi menyalahgunakan zat adiktif.

Satgas P4GN juga mendorong optimalisasi skrining di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama menggunakan instrumen seperti ASSIST dan DAST-10. Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, pasien dapat dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk rehabilitasi sesuai kebutuhan.

Selain itu, penguatan dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa kedokteran menjadi perhatian dalam upaya pencegahan. Tingginya tuntutan akademik dan profesional di lingkungan pendidikan kedokteran dinilai memerlukan sistem pendampingan yang memadai.

Mega Wulandari menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun sistem pencegahan narkoba yang berkelanjutan.

“Pencegahan narkoba harus dibangun melalui kolaborasi. Tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Kampus, tenaga kesehatan, pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat perlu memiliki ruang sinergi agar edukasi dan deteksi dini dapat berjalan lebih kuat,” demikian pesan yang menjadi arah tindak lanjut Satgas P4GN Kabupaten Jember.

Tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, Satgas P4GN juga menjajaki peluang kolaborasi dengan Gerakan Nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) yang digagas oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Gerakan yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan pencegahan stunting tersebut dinilai memiliki jaringan kader yang potensial untuk memperluas edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

Melalui jaringan kader SPRINTER di tingkat desa hingga lingkungan kampus, Satgas P4GN berencana mengintegrasikan materi pencegahan narkoba ke dalam kegiatan pembekalan dan edukasi masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkungan keluarga sekaligus memperkuat peran kader dalam mengenali risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Sebagai tindak lanjut kegiatan Spark Goes to Campus 2026, Satgas P4GN Kabupaten Jember akan terus membangun kerja sama dengan tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, pemerintah, dan kader masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mewujudkan sistem pencegahan yang terpadu, mulai dari edukasi, deteksi dini, pendampingan, hingga rehabilitasi, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat Kabupaten Jember. (but)

Galeri Foto