logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Sebanyak 110 Bayi, Balita Stunting dan Bumil KEK di Wuluhan Terima Bantuan Susu Formula

  • 17 Juli 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
sebanyak-110-bayi-balita-stunting-dan-bumil-kek-di-wuluhan-terima-bantuan-susu-formula-20260719

Sebanyak 110 Bayi, Balita Stunting dan Bumil KEK di Wuluhan Terima Bantuan Susu Formula

JEMBER, 17 JULI 2026 – Sebanyak 110 bayi, balita stunting, dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) di Kecamatan Wuluhan menerima bantuan susu formula di Kantor Kecamatan Wuluhan, Kamis, 16 Juli 2026. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut hasil pendataan UPT Puskesmas Wuluhan dan UPT Puskesmas Lojejer sebagai bagian dari intervensi gizi untuk mempercepat penurunan angka stunting dan kasus KEK di wilayah Kecamatan Wuluhan.

Penyaluran yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Wuluhan Heryani, S.E., bidan wilayah dari tujuh desa, serta para penerima manfaat. Dari total 110 penerima, sebanyak 50 merupakan bayi dan balita stunting, sedangkan 60 lainnya merupakan ibu hamil dengan kondisi KEK.

Program tersebut bertujuan meningkatkan status gizi kelompok rentan sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting yang masih menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan. Penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan rekomendasi tenaga kesehatan sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Camat Wuluhan Hanifah mengatakan, bantuan susu formula merupakan salah satu bentuk intervensi gizi spesifik yang harus dibarengi dengan komitmen keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak maupun ibu hamil.

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya melalui pemberian bantuan. Peran keluarga menjadi kunci utama dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, dipantau pertumbuhannya secara rutin di posyandu, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus agar upaya pencegahan stunting semakin optimal," ujarnya.

Hanifah menambahkan, keberhasilan menurunkan angka stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, puskesmas, kader posyandu, hingga masyarakat.

"Kami berharap seluruh penerima memanfaatkan bantuan ini sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar anak-anak di Kecamatan Wuluhan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting," katanya.

Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan, Heryani menjelaskan, bantuan susu formula untuk bayi dan balita stunting disesuaikan dengan kelompok usia penerima. Dari total 50 anak penerima, sebanyak lima anak menerima susu formula usia 6–12 bulan, 24 anak menerima susu formula usia 1 tahun ke atas, dan 21 anak menerima susu formula usia 3 tahun ke atas. Sementara itu, sebanyak 60 ibu hamil KEK juga memperoleh bantuan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan.

Menurut Heryani, seluruh data penerima berasal dari usulan UPT Puskesmas Wuluhan dan UPT Puskesmas Lojejer yang telah melakukan pendataan serta verifikasi kondisi kesehatan calon penerima manfaat.

Salah seorang penerima manfaat, Afif, warga Desa Dukuhdempok, mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan gizi.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami karena harga susu formula cukup tinggi. Semoga dengan adanya bantuan ini, kebutuhan gizi anak kami bisa lebih terpenuhi. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Pemerintah Kecamatan Wuluhan, puskesmas, para bidan, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami. Kami akan mengikuti arahan tenaga kesehatan agar tumbuh kembang anak semakin baik," ungkapnya.

Usai penyaluran, para bidan wilayah kembali memberikan edukasi kepada para penerima mengenai tata cara pemberian susu formula sesuai usia anak, pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, serta kewajiban melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di posyandu dan puskesmas.

Pemerintah Kecamatan Wuluhan bersama puskesmas juga akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi penerima sebagai bahan evaluasi efektivitas intervensi gizi yang telah diberikan, sehingga program tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting dan ibu hamil KEK di Kecamatan Wuluhan. (riz)

Galeri Foto