Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember Siapkan Jiwa Wirausaha Siswa Lewat Pembelajaran Hidroponik
- 17 September 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember Siapkan Jiwa Wirausaha Siswa Lewat Pembelajaran Hidroponik
JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 – Lahan luas yang dimiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember akan dimanfaatkan sebagai ruang belajar hidroponik bagi para siswa. Metode tanam ini dipilih karena dinilai mudah dan ringan untuk dikerjakan anak-anak, sekaligus hasil panennya berpeluang diolah menjadi produk kewirausahaan.
Sebagai langkah awal, sebanyak 347 siswa dibawa mengikuti outing class di Taman Botani Sukorambi, Selasa 16 September 2026, dengan empat misi pembelajaran yang telah disiapkan.
Empat misi tersebut meliputi eksplorasi hidroponik, jelajah kebun durian, kunjungan ke rumah reptil dan kolam ikan koi, serta tugas observasi visual bertajuk “Gambar Hidroponik-ku”. Dari keempatnya, eksplorasi hidroponik ditetapkan sebagai fokus utama karena ke depan para siswa akan membangun sendiri greenhouse di lingkungan sekolah mereka.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.TESOL., menjelaskan bahwa pembelajaran langsung di lapangan sengaja dilakukan sebelum program hidroponik sekolah resmi dimulai.
“Nanti rencananya hasilnya itu untuk kewirausahaan, jadi di SMP-nya fokus di perkebunannya, di hidroponiknya. Nanti panennya, hasilnya itu akan diolah oleh anak SMA untuk wirausaha, dijual begitu,” jelasnya.
Menurutnya, hidroponik dipilih karena perawatannya lebih mudah dan tidak menuntut lahan yang luas, sehingga sesuai bagi siswa yang baru pertama kali belajar berkebun. Hasil panen nantinya diarahkan untuk menopang program kewirausahaan sekolah, dengan pembagian peran antarjenjang.
Salah satunya dialami siswa kelas 10 Sekolah Rakyat, Aulia Rahma, yang mengaku terkejut saat sesi tanya jawab pada pembelajaran ikan koi. Ia baru mengetahui bahwa seekor ikan koi dapat bernilai hingga puluhan juta rupiah, sebuah fakta yang membuka wawasannya tentang potensi ekonomi di balik kegiatan budidaya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember, Muhammad Rizqi Fajri Maulana, S.IP., menilai kegiatan semacam ini penting untuk menyeimbangkan pola belajar siswa yang selama ini banyak berlangsung di dalam kelas.
“Bagi siswa yang pembelajarannya selalu di dalam kelas akan mengalami kejenuhan. Ada baiknya sesekali seluruh siswa belajar bersama alam, apalagi saat mengetahui kalau nantinya akan ada pembelajaran wirausaha. Bisa jadi ini menjadi bekal pengalaman saat lulus SMA nanti,” ujar Rizqi. (rou)