BKPSDM Jember Bekali Dokter dan Bidan, Perkuat Penanganan Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- 13 Juni 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
BKPSDM Jember Bekali Dokter dan Bidan, Perkuat Penanganan Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
JEMBER, 13 JUNI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pembekalan Pra-Magang Layanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula UPT Balai Diklat KB Kabupaten Jember pada 8-12 Juni 2026 dan menjadi bagian dari program Pengembangan Kompetensi Kopi Manis (Kolaborasi Peningkatan Kompetensi Aparatur melalui Magang Antarinstansi).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Rumah Sakit Kalisat, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dan Poltekkes Kemenkes Malang. Melalui program tersebut, dokter dan bidan dari 11 puskesmas di wilayah kerja Rumah Sakit Kalisat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pembelajaran dan magang terkait penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Metode pembelajaran yang diterapkan mengedepankan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan mampu memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif serta sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Jember, Artiantyo Wirjo Utomo, S.Psi., M.M., mengatakan program Kopi Manis merupakan inovasi pengembangan kompetensi aparatur yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
“Program Pengembangan Kompetensi Kopi Manis merupakan kegiatan magang dalam bentuk kolaborasi antarinstansi. Rumah Sakit Kalisat, Dinas Kesehatan, dan Poltekkes Kemenkes Malang bersama-sama memberikan kesempatan kepada dokter dan bidan di 11 puskesmas wilayah kerja Rumah Sakit Kalisat untuk meningkatkan kemampuan dalam pelayanan kegawatdaruratan melalui metode experiential learning,” ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.
Menurut Artiantyo, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus mendukung transformasi pembelajaran yang memadukan teknologi digital dan praktik lapangan.
“Tujuannya adalah memberikan dampak positif melalui pengembangan kompetensi yang inovatif dan berbasis e-learning demi terwujudnya Jember Baru, Jember Maju,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama semakin siap menangani kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat, tepat, dan profesional. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan medis darurat. (dik)