logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kepatihan

Semangat Gotong Royong TNI-Polri Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Kelurahan Kepatihan

  • 18 Desember 2025
  • Dibaca 194 Kali
Bagikan Via:
semangat-gotong-royong-tni-polri-percepat-pemulihan-pasca-banjir-di-kelurahan-kepatihan-20251218

Semangat Gotong Royong TNI-Polri Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Kelurahan Kepatihan

Jember, 18 Desember 2025 – Hari kedua pasca banjir yang melanda wilayah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu, 17 Desember 2025, ditandai dengan kedatangan bantuan tenaga dari Satuan Kodim dan Polres setempat. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan pembersihan lumpur di lokasi terdampak, khususnya di RW 22 dan RW 26, yang merupakan kawasan dataran rendah dekat Sungai Bedadung.

Sebelum terjun langsung ke lokasi bencana, para personel TNI dan Polri menerima arahan langsung dari Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kelurahan Kepatihan, Dina Yulita Anggraeni SH, yang mewakili Lurah Kepatihan. Acara pengarahan ini digelar di halaman Pendopo Kelurahan Kepatihan dan didampingi oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta Babinsa Kelurahan Kepatihan. Dalam penyampaiannya, Dina Yulita menekankan pentingnya motivasi dan semangat gotong royong dalam menghadapi dampak banjir.

"Mengingat mayoritas korban adalah warga yang tinggal di dataran rendah dan tidak jauh dari Sungai Bedadung, di mana luapan air sungai dan intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama, kita harus bersatu untuk memulihkan kondisi ini," ujar Dina Yulita dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa semangat dan kekompakan dari para personel TNI dan Polri diharapkan memberikan dampak positif, sehingga proses pembersihan lumpur yang ditinggalkan oleh air luapan yang masuk ke pemukiman warga dapat berjalan lancar dan segera selesai.

"Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan Polri. Semoga kegiatan ini tercatat sebagai amal ibadah kita semua," tutup Dina Yulita.

Banjir yang terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025, disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Jember sejak akhir pekan sebelumnya. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebutkan bahwa luapan Sungai Bedadung memengaruhi ratusan rumah tangga di Kelurahan Kepatihan, dengan ketinggian air mencapai 1-2 meter di beberapa titik. Dampaknya meliputi genangan lumpur tebal, kerusakan barang rumah tangga, dan gangguan akses jalan. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, puluhan keluarga terpaksa mengungsi sementara ke posko darurat yang didirikan oleh pemerintah kelurahan.

Menurut Lurah Kepatihan yang diwakili oleh Dina Yulita, banjir ini merupakan yang terparah dalam dua tahun terakhir, mengingat pola curah hujan yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim. "Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk distribusi bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan. Namun, bantuan tenaga dari Kodim dan Polres sangat krusial untuk tahap pembersihan awal," jelasnya.

Para personel TNI dari Kodim 0824/Jember dan Polri dari Polres Jember, yang berjumlah sekitar 50 orang, langsung diterjunkan ke RW 22 dan RW 26 setelah pengarahan. Mereka dibekali peralatan seperti sekop, ember, dan selang air untuk membersihkan lumpur yang menumpuk di rumah-rumah warga. Salah seorang personel TNI, Sertu Agus, menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat. "Kami siap bekerja sama dengan warga setempat. Gotong royong adalah kunci utama dalam situasi seperti ini," katanya saat ditemui di lokasi.

Warga setempat menyambut baik inisiatif ini. Ibu Siti, seorang warga RW 26 yang rumahnya terendam banjir, mengungkapkan rasa syukurnya. "Lumpur ini tebal sekali, susah dibersihkan sendirian. Dengan bantuan tentara dan polisi, kami merasa lebih ringan. Semoga banjir seperti ini tidak terulang lagi," ucapnya.

Pemerintah Kelurahan Kepatihan juga telah menyiapkan rencana jangka pendek dan panjang untuk mitigasi bencana. Di antaranya adalah pembersihan saluran drainase, penanaman pohon di bantaran sungai, dan sosialisasi kesiapsiagaan banjir kepada warga. Koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait terus dilakukan untuk memantau kondisi Sungai Bedadung, terutama mengingat prakiraan cuaca yang masih berpotensi hujan lebat hingga akhir Desember.

Kegiatan gotong royong ini tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi korban. Psikolog dari Dinas Sosial Kabupaten Jember turut dilibatkan untuk memberikan konseling bagi warga yang trauma akibat banjir. "Banyak anak-anak yang ketakutan, jadi kami berusaha memberikan pendampingan," kata seorang relawan.

Secara keseluruhan, upaya pemulihan pasca banjir di Kelurahan Kepatihan menunjukkan kolaborasi yang solid antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditekankan dalam pengarahan Dina Yulita diharapkan menjadi teladan bagi wilayah lain yang rawan bencana. Pihak berwenang terus memantau situasi untuk mencegah dampak lanjutan, sambil mengajak warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.