Sentuh Warga Rentan, Program Homecare Mumbulsari Sasar Lansia Hipertensi di Rumah Tak Layak
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Sentuh Warga Rentan, Program Homecare Mumbulsari Sasar Lansia Hipertensi di Rumah Tak Layak
JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kecamatan Mumbulsari bersama Puskesmas Mumbulsari menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat. Tak sekadar berhenti di meja rapat, tim gabungan langsung turun ke lapangan memberikan layanan Homecare kepada warga yang membutuhkan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Aksi jemput bola yang berlangsung di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember ini, menyasar seorang lansia sebatang kara. Selain mengidap hipertensi, lansia tersebut diketahui tinggal di hunian yang kurang layak tanpa pendampingan keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, tim medis langsung melakukan pemeriksaan kondisi fisik, pemberian obat, serta edukasi mengenai pola makan dan pentingnya kontrol kesehatan secara berkala. Selain aspek medis, kondisi lingkungan dan tempat tinggal pasien juga tak luput dari perhatian tim pendamping.
Camat Mumbulsari, RB. Abdul Kadir, S.IP., M.M., menegaskan bahwa program Homecare merupakan wujud kehadiran negara bagi kelompok rentan, baik rentan secara ekonomi maupu fisik, yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
"Setelah koordinasi dengan tenaga kesehatan, hari ini kami langsung turun ke lapangan. Ini bukti bahwa pelayanan kesehatan harus hadir lebih dekat. Ketika ada lansia sebatang kara dan memiliki keterbatasan, kita tidak boleh hanya menunggu mereka datang ke Puskesmas," ujar Abdul Kadir.
Ia menambahkan, penanganan masyarakat rentan tak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi lintas pihak. Mulai dari pemerintah kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, hingga kader kesehatan dan masyarakat setempat.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas Mumbulsari berkomitmen memperkuat pendataan warga yang membutuhkan layanan Homecare. Fokus utama menyasar lansia tunggal, penyandang disabilitas, serta warga dengan penyakit kronis yang mengalami kendala mobilitas.
Melalui pendekatan yang responsif dan humanis ini, diharapkan tidak ada lagi warga Mumbulsari yang terabaikan hanya karena keterbatasan akses. (btl)