Sherli Tak Sendiri: Dispendik Jember Turun Tangan Dampingi Siswi SMPN 2 Tempurejo
- 18 September 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Sherli Tak Sendiri: Dispendik Jember Turun Tangan Dampingi Siswi SMPN 2 Tempurejo
JEMBER, 18 SEPTEMBER 2026 – Di tengah kesibukan sebagai siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tempurejo, Sherli Leviana Velinda harus menjalani kesehariannya dengan kondisi keluarga yang tidak mudah. Sang ibu telah meninggal dunia, sementara ayahnya bekerja di Bali. Sherli pun tinggal seorang diri di rumah.
Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Pada Kamis, 17 September 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember bersama pihak sekolah dan unsur keamanan melakukan kunjungan sekaligus memberikan dukungan kepada Sherli.
Kunjungan tersebut bukan sekadar memastikan Sherli tetap mengikuti pendidikan. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendampingan agar kondisi Sherli tetap terpantau, termasuk ketika berada di luar lingkungan sekolah.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Rido’i mengatakan, pendampingan terhadap Sherli perlu dilakukan secara khusus dan berkelanjutan. Menurutnya, perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti ketika siswa meninggalkan lingkungan sekolah.
“Harus ada pendampingan khusus, bukan hanya di sekolah, tetapi harus ada pemantauan di luar sekolah,” kata Rido’i.
Menurut Rido’i, sekolah memiliki peran penting dalam memantau perkembangan siswa. Namun, kondisi anak secara keseluruhan juga perlu diperhatikan, terutama ketika terdapat situasi keluarga yang membuat anak membutuhkan dukungan lebih.
Karena itu, komunikasi lintas pihak menjadi penting. Sekolah, guru, pemerintah di lingkungan tempat tinggal, serta unsur keamanan diharapkan dapat saling berkoordinasi dalam memberikan pendampingan.
Kepala SMP Negeri 2 Tempurejo M. Syaifudin bersama guru wali Teguh Adi Suprapto turut memberikan perhatian terhadap kondisi Sherli. Sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan Sherli di sekolah, guru memiliki peran dalam memantau keseharian dan perkembangan siswi tersebut.
Pendampingan dilakukan dengan harapan Sherli tetap merasa memiliki lingkungan yang mendukung. Terlebih, ia tengah berada di kelas IX, fase penting dalam menyelesaikan pendidikan jenjang SMP dan mempersiapkan langkah berikutnya.
Dukungan juga datang dari Bhabinkamtibmas Yuka. Ia menyatakan kesiapannya untuk ikut mendampingi Sherli, termasuk membuka ruang komunikasi apabila siswi tersebut menghadapi persoalan.
“Siap menerima keluhan dan pendampingan khusus terhadap Adinda Sherli. Jangan sungkan untuk cerita agar semua masalah ada jalan keluarnya,” ujar Yuka.
Pesan tersebut menjadi bentuk dukungan agar Sherli tidak merasa harus menghadapi persoalan seorang diri. Komunikasi yang terbuka diharapkan membuat berbagai masalah dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dicari jalan keluarnya bersama.
Bagi Dinas Pendidikan, kondisi seperti yang dialami Sherli menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada proses belajar di kelas. Faktor keluarga dan lingkungan tempat tinggal juga perlu menjadi perhatian dalam memastikan keberlanjutan pendidikan seorang anak.
Pendampingan di luar sekolah menjadi salah satu bagian penting. Pemantauan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas Sherli, melainkan memastikan ada pihak yang dapat memberikan bantuan ketika ia membutuhkan.
Sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, SMP Negeri 2 Tempurejo, guru, pemerintah desa, dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus dukungan bagi Sherli.
Kunjungan pada 17 September 2026 tersebut juga menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika seorang anak menghadapi situasi keluarga yang berat, kehadiran lingkungan yang peduli dapat menjadi kekuatan tersendiri.
Sherli diharapkan tetap fokus menyelesaikan pendidikannya dan menatap masa depan dengan optimisme. Perhatian yang diberikan berbagai pihak menjadi bagian dari ikhtiar agar kondisi yang dihadapi saat ini tidak menjadi penghalang bagi cita-citanya.
Sebab, pendidikan bukan hanya tentang hadir di ruang kelas. Pendidikan juga membutuhkan lingkungan yang memastikan seorang anak merasa didengar, didampingi, dan memiliki tempat untuk meminta pertolongan.
Sherli mungkin menjalani kesehariannya dengan kondisi yang tidak mudah. Namun, melalui sinergi berbagai pihak, ia tidak harus menghadapinya seorang diri. (hz)