Sinergi Lintas Wilayah, Camat Ledokombo Apresiasi Program “Maraton Max” PLN untuk Keandalan Listrik Warga
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 245 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Lintas Wilayah, Camat Ledokombo Apresiasi Program “Maraton Max” PLN untuk Keandalan Listrik Warga
JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 - Upaya memperkuat keandalan jaringan listrik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor dan lintas wilayah. Pemerintah Kecamatan Ledokombo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program “Maraton Max” yang digagas oleh PLN ULP Kalisat bersama PLN UP3 Jember pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Program bertajuk “Maksimalkan Pemeliharaan JTM dengan Borderless Antarunit Menuju Kinerja Excellent” tersebut menjadi salah satu langkah strategis PLN dalam memastikan jaringan listrik tetap berada dalam kondisi andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Konsep borderless yang diterapkan memungkinkan pelaksanaan pemeliharaan jaringan dilakukan secara terpadu tanpa terbatas pada wilayah kerja satu unit pelayanan.
Dalam pelaksanaannya, PLN mengerahkan sedikitnya 125 personel untuk melakukan pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) secara serentak. Kegiatan tersebut mencakup tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Kalisat, Kecamatan Ledokombo, dan Kecamatan Sumberjambe.
Pemeliharaan secara masif dan terkoordinasi ini dinilai penting mengingat jaringan listrik merupakan salah satu infrastruktur dasar yang memiliki peran vital dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Keberadaan pasokan listrik yang stabil tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menopang sektor pendidikan, pelayanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, kegiatan usaha, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perdesaan.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., menyambut positif langkah PLN tersebut. Menurutnya, pemeliharaan jaringan secara berkala merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik, khususnya dalam memastikan masyarakat memperoleh akses energi listrik yang aman dan andal.
“Keandalan pasokan listrik adalah fondasi utama bagi kelancaran berbagai aktivitas warga, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga menggerakkan roda perekonomian di perdesaan. Kami di tingkat kecamatan tentu memberikan dukungan penuh atas langkah responsif PLN ini,” ungkap Nino Eka Putra.
Ia menambahkan, koordinasi lintas wilayah seperti yang dilakukan melalui program “Maraton Max” menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kolaborasi yang kuat antarlembaga. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan infrastruktur tidak mengenal batas administratif, sehingga pola kerja lintas unit menjadi langkah yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut secara lebih efektif.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Ketika pemerintah dan PLN dapat membangun komunikasi serta koordinasi yang baik, maka berbagai potensi kendala di lapangan dapat diantisipasi lebih cepat. Pada akhirnya, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Pemeliharaan JTM secara serentak juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan kelistrikan. Dengan melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan jaringan secara terencana, kondisi infrastruktur kelistrikan dapat terus dipantau sehingga potensi gangguan dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Bagi masyarakat Ledokombo, keandalan listrik memiliki arti strategis. Aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin berkembang membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang stabil. Demikian pula dengan pelayanan pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan yang kini semakin bergantung pada sistem digital, jaringan komunikasi, serta berbagai perangkat elektronik.
Karena itu, pemeliharaan jaringan listrik tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan teknis PLN, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan publik dan produktivitas masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Ledokombo berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PLN, serta unsur terkait lainnya dapat terus terbangun secara berkesinambungan. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap kegiatan pemeliharaan infrastruktur dapat berjalan aman, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (yus)