logo ppid jember kim
Oleh : Sekretariat DPRD

Sinergi Pemkab, Media dan Influencer Diperkuat: DPRD Dorong Ekosistem Informasi Sehat

  • 11 Agustus 2026
  • Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
sinergi-pemkab-media-dan-influencer-diperkuat-dprd-dorong-ekosistem-informasi-sehat-20260815

Sinergi Pemkab, Media dan Influencer Diperkuat: DPRD Dorong Ekosistem Informasi Sehat

JEMBER, 11 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat jaringan komunikasi publik agar informasi pembangunan daerah dapat tersampaikan secara transparan dan mudah dipahami. Salah satu langkah konkrit tersebut diwujudkan melalui forum dialog terbuka bertajuk "Ngopi Bareng Gus’e" yang digelar di Rembangan, Senin 10 Agustus 2026.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember ini mempertemukan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dengan Pramubakti Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pengelola mediagram, serta para influencer lokal.

Dalam suasana santai dan akrab, Bupati Fawait memanfaatkan momentum tersebut untuk menjelaskan secara langsung sejumlah isu strategis, salah satunya terkait rencana pembiayaan daerah senilai Rp786,57 miliar.

Ia menegaskan bahwa skema pembiayaan tersebut diambil bukan karena keterbatasan anggaran daerah, melainkan sebagai langkah taktis mempercepat pembangunan infrastruktur, penerangan jalan umum (PJU), dan fasilitas kesehatan.

"Yang perlu dipahami masyarakat, ini bukan karena Jember tidak punya uang. Kita ingin pembangunan bisa dipercepat. Ketika pembangunan bergerak, kita harapkan bukan hanya infrastrukturnya yang selesai, tetapi ada perputaran ekonomi," ujar Bupati Fawait.

Ia menambahkan, percepatan proyek pembangunan tersebut akan menyerap tenaga kerja lokal, menggerakkan dunia usaha, serta menghidupkan transaksi material bangunan di daerah. Dengan demikian, perputaran uang tetap berada di tengah masyarakat Jember.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu juga menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus berdampak nyata bagi kesejahteraan warga, bukan sebatas penyelesaian proyek pemerintah.

"Tujuan akhirnya adalah masyarakat Jember. Setiap langkah pembangunan harus memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung, membuka kesempatan kerja, menggerakkan usaha, dan menghidupkan perekonomian," tegasnya.

Sinergi antara PPID, mediagram, dan influencer dinilai menjadi strategi penting dalam menyebarkan informasi publik. PPID berperan menjaga keterbukaan data, mediagram menyajikan berita yang akurat, sementara influencer bertugas menjangkau generasi muda dan komunitas digital dengan gaya bahasa yang lebih cair.

Anggota Komisi D DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya, turut mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, literasi media menjadi benteng utama masyarakat dalam menapis misinformasi dan hoaks.

"Sinergi antara media, pemerintah, komunitas, dan masyarakat sangat diperlukan agar tercipta ekosistem informasi yang sehat. Masyarakat dengan literasi media yang baik akan mampu mengelola informasi secara bijak, berpikir kritis, serta berperan aktif dalam dialog publik berbasis fakta," ungkap Alfian.

Ia juga mengimbau awak media dan PPID untuk terus menerapkan verifikasi yang ketat dan menyajikan berita berimbang. Di sisi lain, influencer diharapkan konsisten menyebarkan konten edukatif dan membudayakan "saring sebelum sharing", sementara pemerintah tetap menjamin keterbukaan data serta regulasi yang adil.

Melalui forum kolaboratif seperti ini, Diskominfo Kabupaten Jember optimistis dapat membangun komunikasi publik yang utuh dan proporsional, sehingga arah kebijakan pembangunan dapat dipahami dan didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. (rcx)

Galeri Foto