Sinkronisasi Suara Anak: Dinsos PPPA Gandeng FAJ Perkuat Indikator KLA Kategori Utama 2026
- 02 April 2026
- Dibaca 260 Kali
Bagikan Via:
Sinkronisasi Suara Anak: Dinsos PPPA Gandeng FAJ Perkuat Indikator KLA Kategori Utama 2026
JEMBER, 02 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) terus memperkuat upaya pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori utama tahun 2026 dengan menggandeng Forum Anak Jember (FAJ).
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Evaluasi KLA 2026 yang digelar baru-baru ini. Dalam forum tersebut, FAJ berperan aktif menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyinkronkan program berbasis kebutuhan riil anak.
Ketua Umum FAJ, Mahsa Cahyaning (16), menegaskan bahwa keterlibatan forum anak menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada anak.
“Kami hadir untuk menyampaikan suara anak-anak di Jember agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan. Harapannya, program KLA bisa semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya,” ujar Mahsa.
Ia menjelaskan, salah satu fokus yang perlu diperkuat adalah dukungan fasilitas untuk pendataan dan perekaman “Suara Anak Indonesia” sebagai bagian dari indikator partisipasi anak.
“Kami membutuhkan dukungan sarana agar pendataan suara anak bisa lebih maksimal. Dengan data yang kuat, tentu kebijakan yang dihasilkan juga akan lebih tepat,” imbuhnya.
Selain itu, FAJ juga mendorong penguatan indikator lingkungan ramah anak melalui penyediaan fasilitas publik yang aman dan representatif.
“Kami berharap ruang-ruang publik di Jember semakin ramah anak, termasuk tersedianya fasilitas bermain yang layak serta ruang pendukung seperti ruang laktasi dan fasilitas bagi ibu dan balita,” jelasnya.
Mahsa menambahkan, FAJ siap menjadi jembatan antara pemerintah dan anak-anak di berbagai lapisan, termasuk kelompok yang sulit dijangkau.
“Kami siap membantu menjangkau teman-teman di panti asuhan maupun dari keluarga kurang mampu agar mereka juga mendapatkan edukasi dan perlindungan yang sama,” katanya.
Sementara itu, anggota FAJ, Muhammad Desta Firanda, menekankan pentingnya pemenuhan indikator hak sipil dan kebebasan anak, salah satunya melalui kepemilikan identitas diri.
“Setiap anak harus memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) dan memahami hak-haknya. Ini menjadi dasar penting dalam pemenuhan indikator KLA,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pola asuh dalam keluarga sebagai bagian dari indikator pengasuhan alternatif.
“Kami berharap orang tua dapat menerapkan pola asuh positif sehingga anak-anak bisa tumbuh tanpa tekanan dan berkembang secara optimal,” tuturnya.
Dalam aspek perlindungan khusus, FAJ turut mendorong penguatan pengawasan terhadap konten negatif dan kekerasan terhadap anak.
“Kami ingin ada langkah tegas dalam melindungi anak dari konten negatif dan kekerasan, sehingga lingkungan yang aman benar-benar terwujud,” katanya.
Tak kalah penting, Desta juga menekankan perlunya perhatian terhadap anak-anak dari kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami berharap teman-teman disabilitas mendapatkan perlindungan dari diskriminasi serta akses yang setara di berbagai bidang,” pungkasnya.
Sinergi antara Dinsos PPPA dan FAJ ini diharapkan mampu memperkuat seluruh klaster indikator KLA, sekaligus mendorong Kabupaten Jember meraih kategori utama pada 2026 secara berkelanjutan dan inklusif. (rou)