SMPN 1 Arjasa Tampilkan Inovasi AI untuk Guru dalam Jatim Jagad Inovasi Award 2026
- 08 Oktober 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
SMPN 1 Arjasa Tampilkan Inovasi AI untuk Guru dalam Jatim Jagad Inovasi Award 2026
JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Guru SMPN 1 Arjasa, Kabupaten Jember, mengembangkan inovasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu pelaksanaan tugas guru. Inovasi yang dikembangkan oleh guru Matematika, Mukhammad Yasin, tersebut mendapat perhatian dalam verifikasi lapangan Jatim Jagad Inovasi Award 2026, Rabu 07 Oktober 2026.
Verifikasi yang berlangsung di SMPN 1 Arjasa itu merupakan bagian dari tahapan penilaian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur. Tim verifikasi meninjau langsung inovasi yang dikembangkan sekolah, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pekerjaan guru dan meningkatkan efektivitas kegiatan pendidikan.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMPN 1 Arjasa Mohammad Niswanto, jajaran guru, dan pengawas sekolah. Hadir pula Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ridhoi, S.Pd., M.Pd., yang memberikan perhatian terhadap pengembangan inovasi di lingkungan satuan pendidikan.
Inovasi AI yang dikembangkan Mukhammad Yasin berangkat dari kebutuhan untuk memanfaatkan teknologi secara positif dalam dunia pendidikan. Di tengah beragamnya tugas guru, teknologi kecerdasan buatan dinilai berpotensi membantu pekerjaan yang berkaitan dengan persiapan pembelajaran, pengembangan materi, pencarian ide, hingga kebutuhan administratif.
Yasin berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi praktis bagi guru dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dengan dukungan teknologi, guru diharapkan dapat mengelola pekerjaan secara lebih efektif sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dan mendampingi peserta didik.
"Pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Teknologi tersebut diposisikan sebagai asisten yang membantu meningkatkan efisiensi kerja, sedangkan guru tetap memegang kendali dalam menentukan materi, metode pembelajaran, serta pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik," katanya.
Karena itu, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan guru untuk memeriksa ketepatan informasi, menyesuaikan materi dengan konteks pembelajaran, serta memastikan hasil yang dihasilkan teknologi sesuai dengan tujuan pendidikan.
Kepala SMPN 1 Arjasa Mohammad Niswanto bersama jajaran guru menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah. Inovasi tidak selalu harus berawal dari teknologi berskala besar, tetapi dapat dikembangkan dengan menjawab persoalan nyata yang dihadapi guru dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Sekolah perlu memberikan ruang bagi guru untuk berinovasi dan mengembangkan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik,” jelas Mohammad Niswanto.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut kesiapan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Kehadiran Muhammad Ridhoi dalam kegiatan verifikasi tersebut turut menjadi bagian dari perhatian terhadap inovasi yang dikembangkan di satuan pendidikan Kabupaten Jember. Inovasi yang lahir dari kebutuhan guru diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif.
Bagi SMPN 1 Arjasa, keikutsertaan dalam Jatim Jagad Inovasi Award 2026 bukan sekadar momentum memperkenalkan inovasi. Proses verifikasi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan guna menyempurnakan pemanfaatan AI agar semakin relevan dengan kebutuhan guru.
Ke depan, inovasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi sistem yang mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan guru, serta mampu membantu mengurangi beban administratif dan persiapan pembelajaran. (hz)