logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

SMPN 10 Jember Jadi Cagar Budaya, Jejak Sejarah yang Kini Kembali Dilirik Warga Asing

  • 07 Oktober 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
smpn-10-jember-jadi-cagar-budaya-jejak-sejarah-yang-kini-kembali-dilirik-warga-asing-20261007

SMPN 10 Jember Jadi Cagar Budaya, Jejak Sejarah yang Kini Kembali Dilirik Warga Asing

JEMBER, 07 Oktober 2026 – SMP Negeri 10 Jember kini tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Jember. Sekolah yang memiliki bangunan peninggalan masa kolonial tersebut resmi ditetapkan sebagai cagar budaya pada 3 September 2026 oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

Penetapan tersebut membuat keberadaan SMPN 10 Jember semakin menarik perhatian. Sejumlah warga asing bahkan disebut mulai datang karena memiliki hubungan sejarah dengan sekolah tersebut. Keluarga atau kerabat mereka pernah mengenyam pendidikan di tempat itu, sehingga kunjungan tersebut menjadi momen untuk mengenang kembali masa lalu.

Bangunan dengan arsitektur bergaya Belanda yang sebagian masih mempertahankan bentuk aslinya menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan bangunan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Jember memiliki perjalanan sejarah dan kekayaan budaya yang patut dijaga.

Woto, salah satu senior yang memahami sejarah berdirinya SMPN 10 Jember, mengatakan sekolah tersebut merupakan salah satu bangunan pendidikan yang masih mempertahankan karakter arsitektur lama.

“Ini salah satu sekolah yang masih mempertahankan keaslian bangunan Belanda. Memang sudah ada beberapa bagian yang direnovasi dan ditambahkan, tetapi karakter bangunan lamanya masih bisa kita lihat,” ujar Woto.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Jember, Agung Nugroho, S.Sos., menilai penetapan SMPN 10 sebagai cagar budaya harus diikuti dengan upaya publikasi yang lebih luas.

Menurut Agung, masyarakat perlu mengetahui keberadaan berbagai cagar budaya di Jember agar tumbuh rasa memiliki sekaligus kebanggaan terhadap sejarah daerah.

“Cagar budaya ini perlu dipublikasikan supaya masyarakat Jember tahu dan semakin bangga bahwa Jember kaya akan budaya dan memiliki banyak peninggalan sejarah yang harus kita jaga bersama,” ujar Agung.

Nilai budaya juga terus diperkenalkan kepada siswa SMPN 10 Jember melalui berbagai kegiatan, salah satunya pembelajaran membatik. Hasil karya para siswa nantinya akan dipamerkan melalui galeri sekolah.

Menariknya, sejumlah tokoh Jember juga disebut pernah menjadi bagian dari sekolah tersebut. Mantan Bupati Jember Jalan dan Hendik tercatat sebagai alumni SMPN 10.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga bagian dari sejarah Jember yang harus terus kita jaga dan banggakan,” pungkas Woto.(Mel)

Galeri Foto