Sosialisasi Pembongkaran Pagar RS Paru Jember, Tekankan Komunikasi dan Kenyamanan Warga
- 26 Mei 2026
- Dibaca 105 Kali
Bagikan Via:
Sosialisasi Pembongkaran Pagar RS Paru Jember, Tekankan Komunikasi dan Kenyamanan Warga
JEMBER, 26 MEI 2026 – Pemerintah Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, memfasilitasi kegiatan sosialisasi rencana pembongkaran pagar gedung baru RS Paru Jember yang berlangsung di Aula Kelurahan Kebonsari, pada Selasa 26 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit, masyarakat sekitar, serta para pedagang kaki lima (PKL), agar proses pembongkaran pagar dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan tetap memperhatikan kenyamanan warga sekitar.
Sosialisasi tersebut dihadiri Lurah Kebonsari Edy Hariyanto, Direktur RS Paru Jember dr. Agus Dwi Pitono bersama tim rumah sakit, Seksi Pemerintahan serta Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Sumbersari, tokoh masyarakat H. Herman, perwakilan PKL Sabtuan H. Anshori, Koordinator Lingkungan Sumberpakem Budiman, Ketua RW 31 Lingkungan Sumberpakem Deni, serta Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari.
Dalam sambutannya, Lurah Kebonsari Edy Hariyanto berharap sosialisasi tersebut dapat mempermudah dan memperlancar rencana pembongkaran pagar bangunan baru RS Paru Jember yang berada di wilayah Kebonsari. Ia menjelaskan bahwa pihak kelurahan memfasilitasi permohonan tertulis dari pihak rumah sakit untuk menyampaikan informasi kepada pemerintahan setempat, warga sekitar, tokoh masyarakat, hingga perwakilan PKL yang beraktivitas di sekitar rumah sakit.
Pembongkaran pagar tersebut merupakan kegiatan internal rumah sakit dalam rangka membongkar aset milik RS Paru Jember, bukan kegiatan penertiban PKL," tegasnya. Ia berharap para perwakilan PKL juga dapat membantu memberikan pemahaman kepada pedagang lainnya agar proses pembongkaran berjalan kondusif.
Sementara itu, Direktur RS Paru Jember dr. Agus Dwi Pitono menyampaikan bahwa rencana pembongkaran pagar sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Namun, pelaksanaannya baru dapat dilakukan setelah surat dari gubernur turun pada 5 Mei lalu. Menurutnya, pembongkaran tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut perintah pembongkaran aset lama rumah sakit.
Ia menjelaskan bahwa nantinya proses pembongkaran akan dilakukan oleh pihak ketiga sesuai ketentuan dalam SK Gubernur. Pihak rumah sakit juga menyadari adanya potensi dampak terhadap warga maupun para PKL yang berjualan di sekitar area pagar rumah sakit. Karena itu, pihaknya berharap kegiatan tersebut tidak menimbulkan dampak kurang baik bagi masyarakat maupun pedagang.
Terkait para pedagang di depan rumah sakit, dr. Agus menyampaikan bahwa pihak ketiga pelaksana pembongkaran telah melakukan peninjauan lapangan dan berkomunikasi dengan para pedagang mengenai teknis pelaksanaan pembongkaran. Melalui sosialisasi tersebut, pihak rumah sakit memohon izin kepada masyarakat karena pagar yang selama ini dimanfaatkan oleh para pedagang akan dibongkar setelah Hari Raya Iduladha.
“Kami menyadari keberadaan rumah sakit ini juga bergantung kepada masyarakat di wilayah Kebonsari,” ujarnya.
Pada sesi diskusi, perwakilan PKL Sabtuan H. Anshori menyatakan kesiapan para pedagang mendukung pembenahan rumah sakit. Namun, ia berharap pihak rumah sakit tetap melakukan pembinaan terhadap para PKL, bukan justru mematikan mata pencaharian mereka.
Menurutnya, dirinya siap membantu menyosialisasikan rencana tersebut kepada PKL lainnya. Ia juga berharap semua pihak dapat memahami perjuangan para pedagang dalam mencari nafkah bagi keluarganya sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Kami juga siap membantu mensosialisasikan rencana pembongkaran ini kepada para pedagang lainnya agar pelaksanaan di lapangan berjalan tertib dan saling memahami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat H. Herman yang berharap seluruh pihak dapat memperoleh solusi terbaik tanpa ada yang dirugikan. "Saya minta pihak rumah sakit memberikan arahan kepada pelaksana pembongkaran agar tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para PKL," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 31 Sumberpakem Deni berharap proses pembongkaran pagar dapat berjalan tanpa menimbulkan permasalahan antara pihak rumah sakit, PKL, maupun warga sekitar.
"Kami mengimbau para pedagang untuk mengangkut barang-barang yang tidak terpakai sebelum proses pembongkaran dimulai agar area sekitar terlihat lebih rapi dan bersih," katanya. (aji)