TKSK Mumbulsari Fasilitasi Perekaman e-KTP dan Layanan Medis Warga Lumpuh
- 20 April 2026
- Dibaca 143 Kali
Bagikan Via:
TKSK Mumbulsari Fasilitasi Perekaman e-KTP dan Layanan Medis Warga Lumpuh
JEMBER, 20 APRIL 2026 – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mumbulsari melakukan pendampingan terhadap Sevia Wulandari (20), warga yang mengalami kelumpuhan sejak tahun 2019. Langkah ini diambil merespons laporan masyarakat terkait kebutuhan alat kesehatan dan kendala administrasi kependudukan yang dialami warga tersebut.
Berdasarkan verifikasi lapangan, kondisi Sevia bermula saat ia menempuh pendidikan di pondok pesantren pada 2019. Saat bangun tidur, ia merasakan nyeri pada bahu yang diikuti dengan kondisi tubuh lemas hingga lumpuh total. Pihak keluarga sempat membawa Sevia ke Puskesmas, namun karena tidak ada perubahan signifikan, pengobatan dihentikan hingga saat ini.
"Waktu itu saya bangun tidur, bahu sakit dan seluruh tubuh lemas tidak bertenaga. Sejak dibawa ke Puskesmas dan belum ada hasil, saya tidak berobat lagi," ujar Sevia saat dimintai keterangan di kediamannya.
Dalam proses verifikasi, ditemukan bahwa Sevia belum melakukan perekaman e-KTP meskipun telah berusia 20 tahun. Hal ini menjadi hambatan utama dalam mengakses bantuan sosial dan layanan kesehatan pemerintah. Menindaklanjuti temuan tersebut, TKSK berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Mumbulsari untuk melakukan layanan jemput bola.
Kasi Pelayanan Umum (Pelum) Kecamatan Mumbulsari, Aang Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memfasilitasi perekaman identitas di kantor kecamatan setelah dilakukan penjemputan.
"Kami berkoordinasi untuk melakukan jemput bola agar Sevia bisa melakukan perekaman e-KTP. Kerja sama yang baik dengan pihak kecamatan memastikan proses ini tuntas, sehingga ke depannya yang bersangkutan bisa mengakses layanan kesehatan secara formal," kata Aang Purwanto.
Setelah dokumen kependudukan selesai, rencana selanjutnya adalah merujuk Sevia ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan terapi. Fokus utama tim adalah memastikan pasien mendapatkan pemeriksaan saraf dan fisioterapi rutin guna memperbaiki kondisi fisiknya. Selain itu, kebutuhan alat kesehatan berupa kruk juga menjadi prioritas untuk menunjang mobilitas harian pasien. (nov)