Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Banjir Luapan Rendam Permukiman Warga di Candijati Arjasa, BPBD Jember Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lintas Sektor
- 17 Januari 2026
- Dibaca 452 Kali
Bagikan Via:
Banjir Luapan Rendam Permukiman Warga di Candijati Arjasa, BPBD Jember Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lintas Sektor
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan banjir luapan di Gang Cendana, Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, pada Jumat, 16 Januari 2026. Kejadian ini dilaporkan kepada Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jember pada pukul 20.36 WIB, dan dilakukan penanganan serta pemantauan hingga pukul 21.50 WIB. Banjir luapan tersebut mengakibatkan air masuk ke rumah-rumah warga serta mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena kejadian banjir serupa tercatat telah berulang beberapa kali di lokasi yang sama.
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak empat rumah warga terdampak, dengan ketinggian air yang masuk ke dalam rumah mencapai sekitar 20 hingga 40 sentimeter. Selain itu, banjir juga menyebabkan plengsengan longsor yang berada di samping rumah Bapak Erfan, dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi mencapai 8 meter. Material longsoran tersebut turut berdampak pada kandang burung (aviari) milik warga yang berada di sekitar lokasi. Meski menimbulkan kerugian material, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, sehingga kondisi masih dapat dikendalikan.Kronologis kejadian bermula pada pukul 14.00 WIB, saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Arjasa. Dalam waktu relatif singkat, curah hujan tersebut menyebabkan selokan di seberang jalan raya meluap. Luapan air dipicu oleh penyempitan saluran dan adanya penyumbatan, sehingga kapasitas aliran air tidak mampu menampung debit hujan. Ditambah dengan kondisi permukiman warga yang posisinya lebih rendah dari badan jalan, air kemudian meluap deras ke jalan raya dan masuk ke area permukiman. Ketinggian air di jalan raya mencapai sekitar 50 sentimeter, sementara di permukiman warga berkisar 30 hingga 40 sentimeter.BPBD Kabupaten Jember mencatat bahwa banjir luapan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian banjir telah terjadi tiga kali, dengan rincian dua kali pada tahun 2026 dan satu kali pada tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan jangka menengah dan panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang. Tanpa upaya perbaikan sistem drainase, wilayah tersebut berpotensi terus terdampak setiap kali hujan dengan intensitas tinggi terjadi.Sebagai upaya penanganan, TRC BPBD Kabupaten Jember melakukan pemantauan, asesmen dampak, koordinasi lintas sektor, serta dokumentasi di lokasi kejadian. Pada pukul 16.00 WIB, banjir luapan di jalan raya maupun permukiman warga dilaporkan telah surut, kondisi dinyatakan aman dan terkendali, serta arus lalu lintas kembali normal. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Jember, TNI-Polri, TKSK Arjasa, RT/RW, dan warga setempat, yang bersama-sama menjaga keamanan lingkungan pascakejadian.BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan banjir. Selain itu, BPBD meneruskan rekomendasi kepada Dinas PUPR untuk melakukan normalisasi dan pelebaran selokan, serta kepada Camat Arjasa untuk melakukan penanganan lanjutan terkait kejadian banjir yang berulang. Bantuan berupa terpal juga direkomendasikan untuk warga yang terdampak longsor. Dengan sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat, diharapkan risiko banjir luapan di wilayah Candijati Arjasa dapat diminimalkan ke depannya.