Sudah Diperbaiki, Kenapa Jalan Kaliurang Cepat Rusak? Pengendara Punya Jawabannya
- 27 Juli 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Sudah Diperbaiki, Kenapa Jalan Kaliurang Cepat Rusak? Pengendara Punya Jawabannya
JEMBER, 27 Juli 2026 – Ruas Jalan Kaliurang kini kembali aman dan nyaman dilalui setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga melakukan penanganan jalan berlubang dijalan Kaliurang pada Senin (27/7/2026). Perbaikan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga kemantapan jalan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Jalan Kaliurang menjadi salah satu ruas dengan mobilitas kendaraan yang tinggi. Kondisi tersebut membuat proses penutupan jalan berlubang memiliki tantangan tersendiri karena pekerjaan harus dilakukan di tengah padatnya arus lalu lintas.
Koordinator Wilayah Bina Marga DPUPR Kabupaten Jember Wilayah Sumbersari, Sariyanto, mengatakan petugas dituntut bekerja lebih waspada agar keselamatan pekerja maupun pengguna jalan tetap terjaga.
"Kalau pekerjaan dilakukan di jalan yang ramai seperti Jalan Kaliurang, tantangannya lebih besar. Tim harus benar-benar berhati-hati karena kendaraan terus melintas. Biasanya juga ada pengendara yang tidak mau mengalah dengan pengendara lainnya," ujarnya.
Menurut Sariyanto, seluruh personel URC juga diingatkan untuk selalu mengedepankan etika saat bertugas.
"Kami instruksikan kepada Tim URC agar lebih santun di jalan kepada para pengendara. Keselamatan pekerja dan kenyamanan pengguna jalan harus menjadi prioritas," tambahnya.
Di sisi lain, seorang pengendara yang setiap hari melintasi Jalan Kaliurang, Ima, mengaku kondisi jalan kini jauh lebih nyaman. Namun, ia memiliki pandangan tersendiri mengenai penyebab jalan di kawasan tersebut kerap bergelombang.
"Kalau menurut saya, jalan cepat bergelombang karena banyak truk bermuatan pasir yang mengambil material dari sekitar gumuk atau bukit di kawasan sini. Muatannya berat sehingga jalan lebih cepat rusak," katanya.
Selain itu, Ima juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan kendaraan pengangkut material.
"Kalau cuaca panas, debunya cukup mengganggu karena banyak truk yang lewat setiap hari," ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan pendapat Ima sebagai pengguna jalan. Sementara itu, secara umum kerusakan jalan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti beban lalu lintas, usia konstruksi, kondisi drainase, curah hujan, hingga kepatuhan kendaraan terhadap batas muatan.
DPUPR Kabupaten Jember mengajak masyarakat ikut menjaga kualitas infrastruktur jalan dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai ketentuan, serta melaporkan kerusakan jalan agar dapat segera ditangani.(And)