logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Sudah Tiga Kali Pasang KB Implan, Wardah: “Dua Anak Sudah Cukup”

  • 26 September 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
sudah-tiga-kali-pasang-kb-implan-wardah-dua-anak-sudah-cukup-20260926

Sudah Tiga Kali Pasang KB Implan, Wardah: “Dua Anak Sudah Cukup”

JEMBER, 26 SEPTEMBER 2026 – Bagi sebagian perempuan, keputusan menggunakan alat kontrasepsi tidak selalu mudah. Ada yang masih merasa khawatir dengan proses pemasangan maupun efek yang mungkin dirasakan setelahnya. Namun, pengalaman berbeda disampaikan Ibu Wardah, salah satu akseptor KB implan dalam pelayanan KB gratis di Puskesmas Rambipuji, Jumat (25/9/2026).

Bagi Wardah, penggunaan KB implan bukan lagi hal yang membuatnya cemas. Ia bahkan sudah tiga kali memilih metode kontrasepsi tersebut. Karena telah memiliki dua anak dan mendapatkan dukungan penuh dari suami, Wardah merasa mantap untuk kembali menggunakan KB implan.

“Saya sudah ketiga kalinya KB implan, jadi tidak khawatir, tidak takut, santai saja. Karena anak saya juga sudah dua dan suami mendukung penuh, jadi saya pasang KB lagi. Dua anak sudah cukup,” ujar Wardah.

Keputusan Wardah menggunakan kontrasepsi menjadi bagian dari upayanya dalam merencanakan keluarga. Baginya, memiliki dua anak sudah sesuai dengan rencana keluarga yang diinginkan, sehingga penggunaan KB menjadi salah satu cara untuk membantu mengatur kehamilan berikutnya.

Pengalaman Wardah juga menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi dapat menjadi keputusan yang dipertimbangkan bersama pasangan. Dukungan dari suami membuatnya lebih mantap dalam menentukan pilihan dan menjalani pelayanan KB.

Pelayanan yang diikuti Wardah tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelayanan KB gratis dalam rangka World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia. Momentum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk semakin mengenal pentingnya kontrasepsi sebagai bagian dari perencanaan keluarga.

Perencanaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan menentukan jumlah anak, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pasangan untuk mengatur jarak kehamilan sesuai dengan kondisi dan kesiapan keluarga. Dengan perencanaan yang baik, keluarga dapat lebih mempersiapkan kebutuhan kesehatan, pengasuhan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya.

Bagi Wardah, keputusan untuk kembali menggunakan KB implan juga menjadi bentuk komitmennya terhadap rencana keluarga yang telah disepakati bersama suami. Pengalaman tiga kali menggunakan implan membuatnya tidak lagi merasa takut ketika mendapatkan pelayanan.

Cerita Wardah sekaligus menjadi gambaran bahwa pengalaman setiap akseptor dalam memilih kontrasepsi dapat berbeda. Karena itu, masyarakat yang masih memiliki kekhawatiran dapat terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan kontrasepsi yang tersedia.

Pelayanan KB dalam rangka WCD sendiri menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap kontrasepsi sekaligus memperoleh informasi dari tenaga kesehatan. Dengan adanya pelayanan yang mudah dijangkau, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan KB sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Melalui perencanaan keluarga, pasangan diharapkan dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan keluarga mereka. Seperti yang dilakukan Wardah, keputusan untuk menggunakan KB juga dapat dibicarakan bersama pasangan sehingga keduanya memiliki pemahaman dan dukungan yang sama.

Bagi Wardah, pilihannya sederhana: dua anak sudah cukup dan ia ingin menjaga agar rencana keluarganya tetap berjalan. Dengan pengalaman yang sudah dimiliki, ia pun menjalani pelayanan KB implan kali ini dengan lebih tenang tanpa rasa khawatir.nay

Galeri Foto