logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Sumberjambe Bawa Semangat Desa ke Panggung Kabupaten Lewat Ancak Agung

  • 23 Agustus 2026
  • Dibaca 112 Kali
Bagikan Via:
sumberjambe-bawa-semangat-desa-ke-panggung-kabupaten-lewat-ancak-agung-20260823

Sumberjambe Bawa Semangat Desa ke Panggung Kabupaten Lewat Ancak Agung

JEMBER, 23 AGUSTUS 2026 – Kecamatan Sumberjambe membawa semangat masyarakat desa dalam gelaran Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Kabupaten Jember yang digelar di Alun-Alun Jember, Sabtu, 22 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Sumberjambe memperkenalkan kekuatan gotong royong dan tradisi masyarakat desa dalam kegiatan kabupaten yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ancak yang dibawa Kecamatan Sumberjambe tidak hadir secara tiba-tiba. Sebelum pelaksanaan kirab, jajaran Kecamatan Sumberjambe telah melakukan persiapan secara bersama-sama. Proses tersebut menjadi bagian penting dari keterlibatan wilayah dalam kegiatan yang tahun ini mengusung semangat melestarikan tradisi, menguatkan ukhuwah, dan mengangkat marwah Jember.

Bagi Sumberjambe, keikutsertaan dalam Ancak Agung bukan hanya tentang membawa sebuah ancak ke pusat Kabupaten Jember. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membawa suasana dan semangat masyarakat desa ke ruang yang lebih luas. Gotong royong yang menjadi bagian dari proses menyiapkan ancak menjadi gambaran sederhana bagaimana masyarakat dan pemerintah di tingkat kecamatan dapat bekerja bersama dalam menyukseskan agenda daerah.

Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si. mengatakan, keterlibatan Sumberjambe dalam Ancak Agung menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan berskala kabupaten tetap membutuhkan dukungan dari masyarakat di tingkat paling bawah.

“Ancak Agung ini menjadi ruang bagi kami untuk membawa semangat masyarakat Sumberjambe ke tingkat kabupaten. Yang kami tunjukkan bukan hanya sebuah ancak, tetapi juga bagaimana masyarakat di desa memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, sejak persiapan kami berupaya melibatkan jajaran di kecamatan agar kegiatan ini benar-benar menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat Sumberjambe,” ujar Djoni.

Menurutnya, keberadaan kecamatan dan desa dalam kegiatan budaya seperti Ancak Agung memiliki arti penting. Selain menjadi bagian dari pelestarian tradisi, keterlibatan tersebut dapat memperkuat hubungan antarelemen masyarakat serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember.

Hal senada disampaikan Agus B, Seksi PMKS Kecamatan Sumberjambe. Ia menilai Ancak Agung memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk menunjukkan karakter dan potensi masing-masing. Sumberjambe, kata dia, ingin mengambil bagian dengan membawa semangat masyarakat desa yang selama ini lekat dengan kebersamaan dan kerja bersama.

“Kalau kita melihat ancak yang dibawa ke Kabupaten, di dalamnya bukan hanya hasil bumi atau bentuk hiasannya. Ada proses dan ada masyarakat yang bekerja bersama di belakangnya. Dari Sumberjambe kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat desa juga memiliki semangat untuk ikut dalam kegiatan besar Kabupaten Jember. Ini menjadi kebanggaan karena apa yang kami siapkan bersama akhirnya bisa menjadi bagian dari perhelatan yang disaksikan masyarakat luas,” kata Agus.

Ia menambahkan, kegiatan seperti Ancak Agung dapat menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Setiap wilayah memiliki karakter dan kekhasan masing-masing, namun seluruhnya dapat dipertemukan melalui tradisi dan semangat kebersamaan.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaannya. Masyarakat dari desa, kecamatan, maupun unsur lainnya bisa bertemu dalam satu kegiatan. Dari Sumberjambe kami berharap semangat seperti ini terus dipertahankan, karena gotong royong bukan hanya dibutuhkan ketika membuat ancak, tetapi juga menjadi modal penting dalam membangun daerah,” lanjut Agus.

Kirab Pawai Budaya Ancak Agung tahun ini menjadi semakin istimewa setelah tercatat sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Hasil verifikasi MURI mencatat sebanyak 527 ancak mengikuti kirab dan melampaui rekor sebelumnya sebanyak 449 ancak. Selain jumlah ancak terbanyak, Jember juga mencatat rekor ancak tertinggi dari rangkaian suwar-suwir dengan tinggi 3,7 meter yang dihiasi 1.600 kemasan suwar-suwir. (wd)

Galeri Foto