Usai Terima Laporan Warga, Dinsos PPPA Jember Evakuasi ODGJ Terlantar di Pasar Sabtuan
- 16 Mei 2026
- Dibaca 108 Kali
Bagikan Via:
Usai Terima Laporan Warga, Dinsos PPPA Jember Evakuasi ODGJ Terlantar di Pasar Sabtuan
JEMBER, 16 MEI 2026 – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar di kawasan Pasar Sabtuan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jumat 15 Mei 2026 malam.
Kegiatan asesmen sekaligus evakuasi dimulai sekitar pukul 19.30 WIB hingga selesai dengan melibatkan sejumlah unsur lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keresahan warga terhadap seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Berdasarkan informasi awal, pria tersebut sempat diduga mengganggu ketertiban lingkungan dan dilaporkan merusak kendaraan milik warga yang terparkir di lokasi dengan membawa benda tajam. Menindaklanjuti laporan itu, Tim UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos PPPA segera berkoordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kaliwates untuk memastikan kondisi di lapangan.
Setelah koordinasi dilakukan, petugas langsung menuju lokasi guna melakukan asesmen mendalam terhadap kondisi klien sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Dari hasil pendataan sementara, pria tersebut diketahui bernama Robet, berusia sekitar 45 tahun, dan mengaku berasal dari Kabupaten Bondowoso. Ia juga menyampaikan pernah bekerja di Kabupaten Jember sehingga memilih bertahan hidup di wilayah tersebut.
Hasil penelusuran petugas menunjukkan Robet telah cukup lama berada di sekitar Pasar Sabtuan. Warga setempat menyebut selama ini yang bersangkutan tidak pernah menimbulkan keresahan serius. Aktivitas sehari-harinya lebih banyak mencari barang bekas atau rongsokan untuk dikumpulkan.
Kondisi hidup di jalanan membuat penampilannya tampak kumuh sehingga memunculkan persepsi negatif dari sebagian masyarakat. Dalam proses asesmen, petugas juga memperoleh informasi bahwa barang-barang milik klien sementara diamankan warga agar tidak tercecer maupun menimbulkan gangguan lain.
Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan klien sebelum proses evakuasi dilaksanakan.
Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Febri Adi N., A.Md.Kep., M. Solikin, S.Sos., Iko Santoso, dan Masjon. Kehadiran mereka memastikan seluruh tahapan asesmen berjalan profesional, humanis, dan mengedepankan keselamatan klien maupun masyarakat sekitar.
Evakuasi berlangsung lancar berkat sinergi berbagai pihak, meliputi Tim Liposos, Tim TRC Dinsos PPPA, TKSK Kaliwates, Pemerintah Kecamatan Kaliwates, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, serta masyarakat sekitar yang turut membantu pengamanan.
Kepala UPTD Liposos Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Roni Efendi, S.STP., mengatakan penanganan ODGJ terlantar membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar proses penanganan berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Penanganan ODGJ terlantar tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar setiap individu yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh layanan sosial secara cepat, aman, dan manusiawi,” ujar Roni.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung memberikan stigma negatif terhadap ODGJ terlantar, melainkan segera melapor kepada pemerintah atau petugas terkait apabila menemukan kondisi serupa di lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat segera melapor apabila menemukan warga terlantar atau ODGJ yang membutuhkan penanganan. Dengan laporan yang cepat, kami bisa segera melakukan asesmen dan memberikan pelayanan sesuai prosedur,” tambahnya.
Melalui respons cepat tersebut, Dinsos PPPA Kabupaten Jember berharap situasi sosial tetap kondusif sekaligus memastikan klien memperoleh perlindungan dan penanganan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. (aiy)