Sumur Warga Mengering, 150 KK di Subo Jember Kini Andalkan Bantuan 5.000 Liter Air Bersih
- 29 Oktober 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, 150 KK di Subo Jember Kini Andalkan Bantuan 5.000 Liter Air Bersih
JEMBER, 29 OKTOBER 2026 – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Kondisi tersebut menyebabkan sumur warga mengering dan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bersama sejumlah unsur terkait melakukan pendampingan distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB setelah berangkat dari markas sekitar pukul 12.00 WIB. Distribusi air bersih dilakukan bekerja sama dengan YDSF dengan menggunakan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, M. Faris Fadhil, mengatakan kekeringan di Desa Subo terjadi akibat musim kemarau yang berlangsung sejak Agustus 2026.
"Kondisi sumur warga sudah mengering sehingga masyarakat di empat dusun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," kata Faris.
Empat wilayah terdampak meliputi Dusun Kaliwining RT 02/RW 06 sebanyak 60 KK, Dusun Karangduren RT 02/RW 09 sebanyak 30 KK, Dusun Sanggar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK, serta Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04 sebanyak 30 KK.
Menurut Faris, warga selama ini harus mengambil air dari sumber mata air di sekitar sungai dengan jarak sekitar 800 meter. Sebagian warga lainnya terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut diperparah karena wilayah terdampak belum memiliki jaringan pipanisasi. Karena itu, bantuan air bersih menjadi salah satu langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kekeringan.
Selain menyalurkan air, TRC-PB BPBD juga mendampingi pengisian tujuh tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter yang telah tersedia di lokasi. Tim turut berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo, perangkat dusun, Babinsa, RT/RW, dan warga.
"Selain distribusi air, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi dan penanganan bencana kekeringan," ujar Faris.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap empat hari ke wilayah terdampak.
BPBD Jember juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut, terutama untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipanisasi.
Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan kendala. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, RT/RW, serta masyarakat setempat. (tgh)