logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Warga Mulai Mengering, 190 KK di Jatian Jember Krisis Air Bersih

  • 22 September 2026
  • Dibaca 173 Kali
Bagikan Via:
sumur-warga-mulai-mengering-190-kk-di-jatian-jember-krisis-air-bersih-20260922

Sumur Warga Mulai Mengering, 190 KK di Jatian Jember Krisis Air Bersih

JEMBER, 22 September 2026 – Kekeringan masih melanda Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 190 kepala keluarga (KK) membutuhkan bantuan air bersih.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan air bersih untuk warga terdampak pada Senin,21 September 2026.Pendistribusian tersebut merupakan penyaluran air bersih yang keenam di wilayah tersebut.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Naringga Manggala Putra, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga sejak awal Agustus 2026, saat memasuki musim kemarau.

"Sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air yang biasa digunakan mulai mengecil," kata Naringga.

Menurut dia, sumber air alami terdekat berada di sekitar area persawahan dengan jarak sekitar 300 meter dari permukiman warga. Namun, debit air di sumber tersebut kini semakin kecil.

Kondisi paling terdampak berada di RT 02/RW 08 dan RT 01/RW 06. Di RT 02/RW 08, sekitar 50 KK dari 129 KK membutuhkan pasokan air bersih. Sementara di RT 01/RW 06, terdapat sekitar 140 KK dari total 200 KK yang mengalami kebutuhan serupa.

Adapun warga di RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 masih tercukupi untuk kebutuhan minum. Namun, mereka tetap membutuhkan air untuk mandi dan mencuci.

Qoidul menjelaskan, kondisi sejumlah sumur warga juga mulai mengkhawatirkan. Dari delapan sumur warga di RT 02/RW 08, sekitar 90 persen di antaranya sudah memperlihatkan dasar sumur. Sebagian sumur bahkan dilaporkan mulai berbau.

Selain itu, sumber air alternatif berjarak sekitar 700 meter dari permukiman di RT 01/RW 06. Air sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter juga tidak layak untuk dikonsumsi.

Dalam penanganan tersebut, TRC BPBD melakukan koordinasi, asesmen, pengecekan sumur warga, serta memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan. BPBD juga mengisi tandon dengan 5.000 liter air bersih.

"Untuk menjaga kebutuhan warga, kami merekomendasikan distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali," ujar Naringga.

Saat ini terdapat dua tandon milik BPBD di RT 02/RW 08 dan dua tandon lainnya di RT 01 serta RT 02/RW 06. Kondisi warga di RT 01 dan RT 02/RW 10 dilaporkan masih aman dan terkendali.

BPBD Jember juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan kekeringan dilakukan berdasarkan SK Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.(tgh)

Galeri Foto