Supervisi Hari Kedua MBG di Rambipuji, Tim Gabungan Temukan Dapur SPPG Rambigundam Berhenti Beroperasi
- 10 Juni 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Supervisi Hari Kedua MBG di Rambipuji, Tim Gabungan Temukan Dapur SPPG Rambigundam Berhenti Beroperasi
JEMBER, 10 JUNI 2026 – Tim gabungan supervisi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menemukan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, tidak lagi beroperasi saat pelaksanaan supervisi hari kedua, Selasa 09 Juni 2026.
Supervisi dilakukan berdasarkan surat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember Nomor 100.1.2/356/35.09.1.11/2026 tentang pemetaan potensi masalah penyelenggaraan Program MBG.
Kegiatan ini melibatkan unsur Kecamatan Rambipuji, Koramil, Polsek, Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, koordinator kepala SPPG, serta sejumlah organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Satuan Tugas MBG Kabupaten Jember.
Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menegaskan seluruh anggota tim harus bekerja profesional dan objektif dalam melakukan pemetaan masalah di lapangan.
“Temuan di lapangan harus dicatat apa adanya agar menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program MBG,” ujarnya.
Tim supervisi atau Tim 20 melakukan pemeriksaan di empat dapur SPPG, yakni SPPG Kaliwining 2, Kaliwining 7, Rambigundam, dan Bangsalsari 2. Pemeriksaan meliputi kondisi bangunan, sanitasi, kebersihan, kelengkapan administrasi, kesiapan tenaga kerja, hingga sistem distribusi makanan.
Dari hasil supervisi, Dapur SPPG Rambigundam menjadi perhatian khusus karena telah menghentikan operasionalnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh tim, penghentian tersebut dipicu persoalan internal antara pemilik lahan dengan yayasan serta mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
Akibat persoalan tersebut, pelayanan Program MBG di titik tersebut untuk sementara tidak berjalan.
Muspika Kecamatan Rambipuji bersama Koordinator Kepala SPPG sebelumnya telah memfasilitasi mediasi antara para pihak. Namun hingga supervisi dilaksanakan, belum tercapai kesepakatan yang dapat mengakhiri sengketa.
Koordinator Kepala SPPG Kecamatan Rambipuji, Perdana Elizolines Ansori, menyebut supervisi menjadi sarana evaluasi penting bagi pengelola dapur.
“Supervisi ini menjadi bahan perbaikan agar seluruh dapur SPPG dapat berjalan lebih tertib dan sesuai standar,” katanya.
Selain temuan di Rambigundam, tim juga mencatat sejumlah dapur SPPG lain telah menunjukkan kesiapan yang baik dari sisi kebersihan, pengelolaan, dan administrasi. Seluruh hasil supervisi akan dihimpun dalam laporan resmi sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Jember.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pelaksanaan Program MBG tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis operasional, tetapi juga menyangkut kemitraan dan keberlanjutan kerja sama antar pihak yang terlibat. Karena itu, supervisi dinilai penting untuk mendeteksi persoalan sejak dini agar program tetap berjalan optimal dan tepat sasaran. (sai)