Supervisi MBG Diperketat, Pemkab Jember Tekankan Evaluasi Pasca-Insiden di Kaliwates agar Tidak Terulang
- 09 Juni 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Supervisi MBG Diperketat, Pemkab Jember Tekankan Evaluasi Pasca-Insiden di Kaliwates agar Tidak Terulang
JEMBER, 09 JUNI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan Supervisi Pemetaan Potensi Masalah yang memasuki hari kedua pada Selasa 09 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah evaluasi dan pencegahan agar seluruh proses penyelenggaraan program berjalan sesuai standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan.
Supervisi dilakukan oleh Tim 26 pada empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Sumberjambe, meliputi SPPG Cumedak 01 dan SPPG Cumedak 02 di Desa Cumedak, SPPG Desa Sumberjambe, serta SPPG Desa Plerean. Kegiatan tersebut melibatkan unsur kecamatan, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta pengelola SPPG yang bersama-sama melakukan identifikasi berbagai potensi kendala di lapangan.
Langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan kejadian dugaan gangguan kesehatan yang sempat terjadi di wilayah Kaliwates beberapa waktu lalu tidak terulang kembali. Karena itu, aspek keamanan pangan, kebersihan proses produksi, distribusi makanan, hingga kesiapan sarana pendukung menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan supervisi.
Berbeda dengan pelaksanaan hari pertama yang sempat menghadapi kendala teknis akibat gangguan listrik dan jaringan internet, supervisi pada hari kedua berlangsung lebih lancar. Seluruh proses pemetaan dan pengumpulan data dapat dilakukan secara optimal sehingga tim memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masing-masing SPPG.
Kepala UPTD Puskesmas Sumberjambe, dr. Sukron Nanda Firmansyah, menegaskan bahwa aspek kesehatan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Tentu program ini memiliki tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, seluruh proses mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Diharapkan melalui supervisi ini, potensi risiko dapat dideteksi lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, jajaran Tim 26 menilai bahwa keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan supervisi menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh potensi masalah dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Hasil pemetaan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyempurnaan pelaksanaan program ke depan.
Kegiatan supervisi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus memastikan setiap penerima manfaat memperoleh layanan yang aman, berkualitas, dan sesuai standar kesehatan.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin baik serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jember. (wd)