Supervisi Posyandu ILP Mawar 25 Desa Sukojember, Sinergi Puskesmas dan TP PKK Kecamatan Jelbuk untuk Penguatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
- 12 Maret 2026
- Dibaca 310 Kali
Bagikan Via:
Supervisi Posyandu ILP Mawar 25 Desa Sukojember, Sinergi Puskesmas dan TP PKK Kecamatan Jelbuk untuk Penguatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, Kepala Puskesmas Jelbuk bersama Ketua TP PKK Kecamatan Jelbuk melaksanakan kegiatan supervisi di Posyandu ILP Mawar 25. Kegiatan yang dilakukan pada hari Rabu, 11 Maret 2026 ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Supervisi dilakukan untuk memantau pelaksanaan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), sekaligus memberikan pembinaan kepada kader agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan peninjauan terhadap pelaksanaan lima meja Posyandu, pencatatan dan pelaporan kegiatan, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan kelompok sasaran lainnya.
Kepala Puskesmas Jelbuk menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat. Oleh karena itu, pendampingan dan penguatan kapasitas kader Posyandu perlu terus dilakukan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Jelbuk juga memberikan apresiasi kepada para kader yang telah dengan penuh dedikasi menjalankan kegiatan Posyandu secara rutin. Ia menegaskan bahwa peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan supervisi ini diharapkan koordinasi dan sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta TP PKK semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan dasar di masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan rumah pada sasaran ibu hamil. Melalui kunjungan rumah ini, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, personal, dan kontekstual, sehingga upaya pencegahan komplikasi kehamilan serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi dapat dilakukan lebih dini.