Tak Sekadar Berobat, Home Care Ajung Pantau Kesehatan Warga hingga ke Rumah, 235 Sasaran Telah Dikunjungi
- 24 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Tak Sekadar Berobat, Home Care Ajung Pantau Kesehatan Warga hingga ke Rumah, 235 Sasaran Telah Dikunjungi
JEMBER, 24 Oktober 2026 – Program Home Care di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, terus diperkuat melalui pemantauan dan pendampingan langsung terhadap sasaran. Pada Jumat 23 Oktober 2026, Kepala BPBD Kabupaten Jember sekaligus Koordinator Home Care Kecamatan Ajung, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., bersama tim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan layanan tersebut.
Pendampingan melibatkan Camat Ajung, Kepala Puskesmas Ajung, Tim LRT, LSN, Srikandi, serta tim Home Care UPTD Puskesmas Ajung.
Edy Budi Susilo mengatakan, berdasarkan data tarikan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) per 16 Oktober 2026, terdapat 383 sasaran Home Care di Kecamatan Ajung pada bulan Oktober.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 sasaran atau 61,4 persen telah dikunjungi, sementara 148 sasaran lainnya belum mendapatkan kunjungan.
“Monitoring dan pendampingan ini dilakukan untuk memastikan sasaran Home Care mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan sekaligus mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung,” kata Edy Budi Susilo.
Data SIMKES per 23 Oktober 2026 menunjukkan jumlah sasaran berikutnya mencapai 1.004 orang dengan persentase 38 persen, sedangkan sasaran aktif tercatat sebanyak 957 orang atau 38,6 persen.
Dalam kunjungan minggu ketiga Oktober, tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sasaran di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Renes 3/3, tempat sejumlah tokoh masyarakat yang juga memiliki keterkaitan dengan Pondok Pesantren Darus Sa'adah mendapatkan pelayanan Home Care.
Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, tekanan darah, asam urat, kolesterol, serta penelusuran keluhan kesehatan.
Sejumlah sasaran yang diperiksa antara lain Nyai Siti Maisaroh, Nyai Siti Fatimatus Zahro, Nyai Inayatul Badriyah, Nyai Siti Ropikoh Widiya Ningsih, Nyai Badriyah, dan Ahmad Mahfud Mun'im.
Hasil pemeriksaan terhadap sasaran tersebut secara umum menunjukkan kondisi yang baik. Tidak ditemukan tekanan darah tinggi, sedangkan hasil pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat berada dalam rentang normal.
Meski demikian, beberapa sasaran memiliki riwayat hipertensi sehingga tetap membutuhkan pemantauan secara berkala. Tim Home Care juga memberikan pendampingan pemeriksaan kesehatan dan memastikan tindak lanjut dilakukan pada kunjungan berikutnya.
“Walaupun tidak ditemukan keluhan dan hasil pemeriksaan relatif normal, sasaran yang memiliki riwayat hipertensi tetap harus dipantau secara rutin. Pemeriksaan berikutnya akan dilakukan oleh petugas pada bulan depan,” ujar Edy Budi Susilo.
Menurut Edy Budi Susilo, pola layanan Home Care tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika warga mengalami keluhan, tetapi juga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, perubahan kondisi kesehatan sasaran diharapkan dapat diketahui lebih dini.
Monev juga menjadi bagian dari upaya memastikan data sasaran dalam SIMKES terus diperbarui dan pelaksanaan kunjungan berjalan sesuai target. Koordinasi antara pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan tim pendamping menjadi faktor penting agar pelayanan dapat menjangkau sasaran secara optimal.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat, terutama melalui pemantauan langsung terhadap kondisi sasaran,” kata Edy Budi Susilo.(tgh)