Oleh : Dinas Kepemudaan Dan Olah Raga
Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru 2026 di Jember Diisi Doa dan Sholawat
- 31 Desember 2025
- Dibaca 434 Kali
Bagikan Via:
Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru 2026 di Jember Diisi Doa dan Sholawat
DISPORA JEMBER, Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Jember akan dijalani dengan suasana yang lebih tenang dan khidmat. Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api maupun perayaan hura-hura, dan menggantinya dengan doa bersama serta sholawat.
Himbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Jember Nomor 100.4.3.2/775/35.09.1.21/2025. Bupati Jember Gus Muhammad Fawait, S.E., M.Sc menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Sumatra dan Aceh.“Pergantian tahun ini kami mengajak masyarakat Jember untuk menahan diri dari perayaan yang bersifat hura-hura. Mari kita isi malam tahun baru dengan doa dan sholawat, sebagai wujud kepedulian dan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Gus Fawait.Menurutnya, momentum pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai waktu refleksi dan evaluasi diri, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi bangsa. Dengan suasana yang lebih sederhana dan religius, diharapkan masyarakat dapat memulai tahun baru dengan hati yang lebih tenang.Pemerintah Kabupaten Jember juga menginstruksikan camat, lurah, dan kepala desa untuk mensosialisasikan surat edaran tersebut serta mendorong pelaksanaan doa bersama di wilayah masing-masing. Selain menjaga nilai kebersamaan, langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.“Harapan kami, Tahun Baru 2026 bisa kita sambut dengan ketenangan, persatuan, dan doa bersama, sehingga Jember tetap aman, kondusif, dan diberkahi,” tambahnya.Sebagai penanda berakhirnya satu siklus waktu dan dimulainya fase perjalanan baru, pergantian tahun tidak sekadar dimaknai sebagai pergeseran angka dalam kalender, melainkan sebagai ruang reflektif untuk mengevaluasi capaian, menata ulang strategi, serta merumuskan harapan yang lebih progresif. Optimisme publik diharapkan tumbuh seiring dengan semangat adaptasi terhadap perubahan zaman.Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, tahun mendatang diyakini menjadi momentum akselerasi menuju tata kelola yang lebih inklusif, responsif, dan berdampak nyata menuju Jember Baru Jember Maju.