Tegalgede Dibidik Jadi Lokasi Budidaya Ikan Modern Berbasis Mini RAS
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Tegalgede Dibidik Jadi Lokasi Budidaya Ikan Modern Berbasis Mini RAS
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 – Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, berpeluang menjadi lokasi pengembangan budidaya ikan air tawar modern melalui program bantuan Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Kesiapan calon lokasi tersebut mulai diverifikasi Tim 3 Gabungan Lintas Dinas Kabupaten Jember, Kamis, 15 Oktober 2026.
Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, mendampingi survei yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember, serta penyuluh perikanan lapangan.
Pemeriksaan difokuskan pada status dan ketersediaan lahan, sumber air bersih, serta pasokan listrik. Ketiga aspek tersebut menjadi faktor penting untuk menunjang operasional sistem budidaya berbasis resirkulasi air.
Shierley mengatakan, survei merupakan tahapan untuk memastikan calon lokasi memenuhi persyaratan teknis sebelum penetapan penerima bantuan.
“Pendampingan survei lapangan ini merupakan tahapan penting untuk memastikan calon lokasi di Kelurahan Tegalgede memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan. Kami menyambut baik sinergi lintas dinas ini dan berharap hasil verifikasi dapat memenuhi kriteria yang dibutuhkan,” ujarnya.
Budidaya ikan darat tematik merupakan pengembangan usaha perikanan air tawar yang berfokus pada komoditas dan konsep budidaya tertentu sesuai potensi wilayah. Contohnya, budidaya ikan lele, nila, gurami, atau patin yang dikembangkan secara terencana dengan dukungan teknologi modern.
Mini RAS menjadi salah satu teknologi yang dapat digunakan. Sistem ini mengolah dan menyirkulasikan kembali air sehingga penggunaan air lebih efisien dan kualitas lingkungan pemeliharaan ikan dapat dikendalikan. Penerapannya tetap membutuhkan fasilitas memadai serta pengelolaan yang tepat.
Jika dinyatakan layak menerima bantuan, Tegalgede berpeluang mengembangkan usaha perikanan yang terintegrasi, mulai dari pembenihan, pembesaran hingga pemasaran hasil panen. Skema tersebut diharapkan membuka kesempatan usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Keterlibatan lintas dinas diperlukan untuk menilai kesiapan infrastruktur dan kebutuhan teknis budidaya. Hasil verifikasi faktual selanjutnya menjadi bahan evaluasi pihak berwenang dalam menentukan kelayakan calon lokasi penerima bantuan.
Hingga survei dilakukan, Tegalgede belum dipastikan menerima bantuan Mini RAS. Keputusan tersebut bergantung pada hasil evaluasi dan penetapan sesuai ketentuan program KKP. (sar)